Jumat, 24 April 2026

Pembunuhan

Pesan Terakhir Sandy Permana untuk Istri Saat Kondisinya Sudah Penuh Darah

Kejadian tragis yang menimpa Sandy Permana ini meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga, terutama sang istri. 

|
dokumentasi pribadi
Istri kaget melihat motor Sandy Permana berlumuran darah 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -  Ade Andriani, istri Sandy Permana mengungkap perbincangan terakhir dirinya sebelum sang suami menghembuskan nafas terakhir di rumah sakit. 

Diberitakan sebelumnya, artis Sandy Permana (46), pemain di serial 'Mak Lampir', tewas setelah menjadi korban pembunuhan di dekat rumahnya di kawasan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu (12/1/2025). 

Kejadian tragis yang menimpa Sandy Permana ini meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga, terutama sang istri. 

 Dilansir dari Tribunnews, saat kejadian, Ade mengaku masih tertidur di kamarnya, sekitar pukul 07.30 WIB. 

Diakui Ade, sang suami memang terbiasa keluar rumah pada pagi hari untuk memberi makan ternaknya. 

Baca juga: Ungkap Identitas Pelaku yang Diduga Membunuh Sandy Permana, Keluarga: Namanya Gimbal, Dia Kru Film

Namun, Ade mengungkap dirinya tidak mengetahui kronologi kejadian penusukan. 

Ade yang saat itu tengah tertidur tiba-tiba dibangunkan dan diminta bersiap ke rumah sakit oleh tetangganya.

"Kalau kronologi awalnya ya, saya nggak tahu pasti ya. Karena kejadiannya itu pagi, saya masih tidur. Sekitar jam setengah delapan saya dibangunin. Saya disuruh siap-siap ke rumah sakit," kata Ade Andriani saat ditemui di kediamannya, Senin (13/1/2025). 

 Ade yang mengaku bingung hanya diberitahu jika sang suami berada di rumah sakit karena jatuh. 

Akan tetapi, dia sempat merasa curiga ketika melihat sepeda listrik suaminya penuh darah. 

"Akhirnya saya mau pergi. Pas saya sampai di luar, saya lihat motor listrik suami saya penuh darah. Saya syok pas lihat, kenapa ini motornya penuh darah? ‘Nggak, nggak, nggak’ Ya udah, ayo buruan ke rumah sakit, kata tetangga saya itu," ungkapnya sambil menahan tangis. 

Ade yang menyusul ke rumah sakit baru melihat kondisi suaminya yang telah terbaring dan penuh darah. 

Baca juga: Ungkap Identitas Pelaku yang Diduga Membunuh Sandy Permana, Keluarga: Namanya Gimbal, Dia Kru Film

Pada saat itu, Ade mengaku sempat berkomunikasi dengan Sandy agar tetap kuat.

"Sampai di rumah sakit, saya lihat suami saya sudah terbaring, sudah penuh darah. Tapi masih sadar, saya ajak ngobrol, dia respons," kata Ade. 

Ia mengungkap janji terakhir Sandy sebelum sang suami menghembuskan nafas terakhir. 

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved