Kamis, 23 April 2026

Berita Nasional

Jokowi Penguasa Hybrid, Pengamat: Dia Mantan, Tapi Pengaruhnya Masih Kuat

Jokowi memang sudah pensiun, namun pengaruhnya hingga kini masih kuat. Karena itu disebut penguasa hybrid, yang sulit digoyang.

|
Penulis: Yolanda Putri Dewanti | Editor: Valentino Verry
Jokowi
Joko Widodo (Jokowi) memang sudah lengser, namun pengaruhnya masih cukup besar di Indonesia ini. Sebagai penguasa hybrid, dia pun sulit dijatuhkan lewat berbagai isu. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Analis Komunikasi Politik Hendri Satrio (Hensat) berpendapat, kejadian-kejadian politik di tahun 2024 telah melahirkan tiga golongan penguasa yang berpotensi mempengaruhi peta politik Indonesia.

Menurutnya, golongan tersebut terdiri dari penguasa baru, mantan penguasa, dan penguasa hybrid.

“Dalam politik, pada tahun 2024 lahirlah tiga golongan penting di Indonesia," ujarnya, Kamis (2/1/2025). 

"Yang pertama adalah golongan penguasa baru, yang kedua adalah golongan mantan penguasa, dan yang ketiga adalah golongan penguasa hybrid, yaitu gabungan antara mantan penguasa dan penguasa baru,” lanjut Hensat.

Baca juga: Bahaya, Hasto Simpan Kartu As Serang Jokowi, Connie: Ibu Iriana Jangan Tenang-tenang aja

Hensat menjelaskan, golongan penguasa baru mencakup partai-partai dan tokoh politik yang baru berkuasa, seperti Partai Gerindra dan Presiden Prabowo Subianto.

Sedangkan golongan mantan penguasa diwakili oleh PDI Perjuangan (PDIP) dan Megawati Soekarnoputri.

Sementara itu, penguasa hybrid merupakan gabungan antara penguasa lama dan penguasa baru.

Menurut Hensat, sosok yang mewakili golongan ini adalah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

"Penguasa hybrid ini melengkapi dua golongan sebelumnya, meskipun masa jabatannya sudah berakhir, penguasa hybrid masih memiliki pengaruh besar melalui jaringan politik dan kepuasan publik yang tinggi" ujarnya.

Baca juga: Abraham Samad Desak KPK Gerak Cepat Periksa Jokowi terkait Label Pemimpin Terkorup di Dunia

Hensat menilai, terdapat tarik-menarik antara ketiga golongan ini. 

Dia menyebut, interaksi antara penguasa, mantan penguasa, dan penguasa hybrid dapat menciptakan dinamika politik yang kompleks.

"Ketiga kelompok penguasa ini yang kemudian saya yakin mempengaruhi peta politik di tahun 2025," katanya. 

"Apa contohnya? Saat ini, kita melihat adanya politik sandera yang terjadi, yang hanya bisa terjadi antara penguasa dan mantan penguasa yang sama-sama memiliki kartu truf," jelasnya.

Mengenai posisi Jokowi, Hensa menyatakan bahwa meskipun secara hukum tidak lagi berkuasa, pengaruhnya masih sangat besar.

Baca juga: Mantan Gubernur DKI Jakarta Kumpul Jelang Tahun Baru, Jokowi tak Ikut? Pengamat: Itu Tanda Politik

Hal ini terlihat dari sebagian kabinet Prabowo merupakan mantan anggota kabinet Jokowi, serta putra sulung Jokowi yaitu Gibran Rakabuming Raka menjadi wakil presiden.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved