Berita Karawang

Soal Kontainer Bekas Senilai Rp 6,4 Miliar untuk Ruang Kelas, Unsika Klaim Jadi Inovasi Kampus

Soal Kontainer Bekas Senilai Rp 6,4 Miliar untuk Ruang Kelas, Unsika Klaim Jadi Inovasi Kampus

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Dwi Rizki
istimewa
Peti kontainer dijadikan tempat belajar mahasiswa di Kampus 2 Unsika di Jalan Raya Tanjung Pura, Karawang. 

WARTAKOTALIVE.COM, KARAWANG - Heboh, pengadaan kontainer sebesar Rp 6,4 miliar untuk ruang kelas di Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika).

Terkait hal itu, Kepala Biro Umum dan Keuangan Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika), Kurniawan mengklaim pengadaan kelas berbasis kontainer menjadi langkah inovatif pihak kampus dalam menyediakan ruang kelas memadai.

Terlebih pihaknya menilai, konsep kelas kontainer sudah banyak diterapkan di berbagai institusi pendidikan di dunia, termasuk di Indonesia sebagai solusi atas keterbatasan infrastruktur.

“Kami memahami bahwa kebutuhan ruang kelas yang memadai adalah prioritas utama. Keberadaan kelas kontainer ini diharapkan bisa memberikan layanan pendidikan yang cepat, tepat, dan berkualitas untuk seluruh mahasiswa,” ujarnya saat memberikan keterangan pada Kamis (19/12/2024).

Ia menjelaskan, ruang kelas yang dibutuhkan kampus Unsika idealnya sebanyak 162 kelas. Sebab jumlah total mahasiswa yang ada saat ini sudah mencapai 20 ribu sekian orang.

Namun ruang kelas yang tersedia saat ini, baru ada sebanyak 84 ruang kelas. Sehingga masih dibutuhkan 66 ruang kelas tambahan.

Jajaran Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) saat memberikan keterangan kepada awak media di Unsika, Karawang pada Kamis (19/12/2024).
Jajaran Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) saat memberikan keterangan kepada awak media di Unsika, Karawang pada Kamis (19/12/2024). (Warta Kota)

“Kami sebagai penguasa anggaran berpikir, bagaimana memenuhi kebutuhan tersebut. Dengan kebutuhan yang banyak, layanan dan kegiatan belajar mengajar tidak mungkin kita hentikan, sehingga kita membangun kelas kabin,” ungkapnya.

Wakil Rektor 2 Unsika, Safuri menambahkan, kelas kabin atau peti kontainer ini dibutuhkan mendesak sebab jumlah mahasiswa terus bertambah.

Sebab, kata dia, proses pengadaan kelas kabin memiliki perbedaan signifikan dengan pengadaan konstruksi bangunan, terutama dari segi waktu.

“Kenapa kelas kabin? Karena gedung itu prosesnya lama banget, ada analisis, lelang dulu. Sementara kita mendesak,” tambahnya

Ia juga menjelaskan, saat ini kelas kabin masih dalam proses penataan. Nantinya kelas tersebut akan dibuat senyaman mungkin, dengan fasilitas lengkap agar layak digunakan.

“Foto-foto yang tersebar di medsos itu belum selesai, ada desainnya. Nanti kita akan launching, temen-temen bisa lihat nanti bagaimana ketahanan dan kenyamanannya,” jelas dia.

40 unit kelas kabin dianggarkan Rp 6,4 miliar

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Indra Budiman menyampaikan, total kelas kabin yang diadakan ada sebanyak 40 unit. 1 unitnya, lanjut dia, dianggarkan sebesar 160 juta rupiah.

“Dianggarkan 160 juta rupiah 1 kontainer, didalamnya sudah tersedia fasilitas. Total kelas kabin 40 unit kelas, 1 ruang kelas 2 kabin (yang digabungkan). Pagu yang dianggarkan sekitar 6,4 milyar yang pos anggarannya berasal dari Badan Layanan Umum (BLU) Unsika,” ungkapnya.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved