Viral Media Sosial

Prabowo Terima Pengunduran Diri Gus Miftah, Nama Ustaz Adi Hidayat Viral di Medsos, Ini Profilnya

Prabowo Terima Pengunduran Diri Gus Miftah, Nama Ustaz Adi Hidayat Sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Keagamaan Viral di Medsos

Editor: Dwi Rizki
Youtube Ustadz Adi Hidayat
Ustaz Adi Hidayat 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kasus penghinaan seorang pedagang es yang dilakukan Gus Miftah berbuntut panjang.

Pria yang bernama lengkap Miftah Maulana Habiburrahman itu dikecam masyarakat.

Besarnya desakan pun membuat Gus Miftah mundur dari jabatan Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan. 

Permintaan pengunduran diri Gus Miftah pun dituruti Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Prabowo menilai sikap yang ditunjukkan Gus Miftah sangat ksatria, karena mengakui kesalahan dan meminta maaf.

Bersamaan dengan kemunduran Gus Miftah dari jabatan Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan, lini media sosial diramaikan dengan munculnya sosok penggantinya.

Sosok penggantinya itu adalah Ustaz Adi Hidayat.

Belum diketahui kebenaran soal isu ini, hanya saja Wakil Ketua I Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2022–2027 itu diusulkan menjadi pengganti Gus Miftah.

Berikut Profil lengkap Ustaz Adi Hidayat:

Dikutip dari laman Quantum Akhyar Institute, yayasan pengembangan Al Quran yang didirikannya, Adi Hidayat lahir pada 11 September 1984 di Pandeglang, Banten.

Dia tumbuh di lingkungan kental dengan pendidikan agama.

Mendiang ayahnya, Warso Supena bekerja sebagai pengajar dan penceramah, sedangkan ibunya, Rafiah Akhyar merupakan seorang guru.

Namun, ayahnya meninggal dunia saat Adi Hidayat berusia 13 tahun. Adi menyelesaikan pendidikan di TK Pertiwi Pandeglang pada 1989 sebagai siswa terbaik.

Dia kemudian lanjut bersekolah di SDN Karaton 3 Pandeglang hingga kelas 3 SD dan pindah ke SDN III Pandeglang hingga lulus sekolah dasar.

Selepas SD, Adi Hidayat melanjutkan pendidikan di Madrasah Salafiyyah Sanusiyyah Pandeglang. Pada 1997, dia melanjutkan pendidikan tingkat SMP-SMA di Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Garut.

Meski dibesarkan di lingkungan dengan latar belakang Nahdlatul Ulama (NU), Adi Hidayat mengaku bersekolah di Muhammadiyah.  

Dia kemudian melanjutkan pendidikan di Fakultas Dirasat Islamiyyah (FDI) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada 2003.

Dua tahun kemudian, Adi Hidayat keluar dari UIN Syarif Hidayatullah untuk menimba ilmu di Libya.

Pada awal 2011, Adi Hidayat pulang ke Indonesia dan menjadi pengasuh Ponpes Al Quran Al Hikmah Lebak Bulus.

Dia pindah ke Bekasi dua tahun kemudian dan mendirikan Quantum Akhyar Institute, sebuah yayasan yang bergerak di bidang studi Islam dan pengembangan dakwah.

Kini, Ustaz Adi Hidayat tetap aktif berdakwah menjadi narasumber dalam berbagai acara keagamaan.

Prestasi Ustaz Adi Hidayat

Selain mengisi ceramah, pendakwah yang akrab disapa UAH ini juga telah melahirkan karya, baik dalam bahasa Arab maupun Indonesia.

Beberapa karya tulisnya yang dibukukan antara lain:

  • Minhatul Jalil Bita’rifi Arudil Khalil (2010),
  • Quantum Arabic Metode Akhyar (2011),
  • Marifatul Insan: Pedoman Al-Qur’an Menuju Insan Paripurna (2012),
  • Makna Ayat Puasa, Mengenal Kedalaman Bahasa Al Qur’an (2012),
  • Al Arabiyyah lit Thullâbil Jâmi’iyyah (2012),
  • Menyoal Hadits-hadits Populer (2013),
  • Ilmu Hadits Praktis (2013)
  • Tuntunan Praktis Idul Adha (2014)
  • Pengantin as-Sunnah (2014),
  • Buku Catatan Penuntut Ilmu (2015),
  • Pedoman Praktis Ilmu Hadits (2016),
  • Al-Majmu’, Bekal Nabi Bagi Para Penuntut Ilmu (2016),
  • Manhaj Tahdzir Kelas Eksekutif (2017),
  • Muslim Zaman Now Hafal al-Qur’an Dalam 30 Hari (2018),
  • Bahagia di Bawah Naungan al Qur’an dan Sunnah (2018),
  • Pedoman Praktis Umrah (2019),
  • Manusia Paripurna: Kesan, Pesan dan Bimbingan al-Qur’an (2019),
  • Metode At-Taisir – 30 Hari Hafal Al-Quran (2019)
  • UAH’s Note (2020).

Saat ini, Ustaz Adi Hidayat aktif mengajar di berbagai berbagai lembaga keagamaan, menjadi dosen tamu beberapa kampus, narasumber kajian Islam, Dewan Pakar Masjid al-Ihsan PTM-VJS Bekasi, serta Direktur Pusat Kajian Islam Quantum Akhyar Institute.

Bersama lembaga yang didirikannya, dia memberikan pembelajaran berbahasa Arab untuk mengakses Al Quran dan Hadist.  Quantum Akhyar Institute juga mengembangkan platform digital seperti Akhyar TV.

Pada 2022, Ustaz Adi Hidayat dipercaya menjabat sebagai Wakil Ketua I Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Bersama Muhammadiyah, Ustaz Adi Hidayat aktif mengembangkan program pembinaan umat, seperti tabligh akbar, pelatihan ulama, dan dialog lintas agama.

Prabowo Terima Pengunduran Diri Gus Miftah

Dikutip dari situs resmi Presiden RI, Presiden Prabowo Subianto memberikan tanggapannya terkait pengunduran diri Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah dari jabatan Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan.

Presiden Prabowo menyatakan bahwa pengunduran diri tersebut merupakan bentuk tanggung jawab atas pernyataan yang dilontarkan Gus Miftah.

“Saya sendiri belum lihat langsung, tapi di laporan beliau sudah mengundurkan diri. Komentar saya, saya kira itu adalah tindakan bertanggung jawab,” ujar Presiden Prabowo dalam keterangan persnya kepada awak media di Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat, 6 Desember 2024.

Presiden Prabowo menambahkan bahwa Gus Miftah kemungkinan tidak memiliki niat buruk atau niat untuk menghina. Meski demikian, Gus Miftah menyadari kesalahan yang telah dilakukannya.

“Tapi terlepas mungkin ya salah ucap, beliau sadar beliau salah, beliau bertanggung jawab, beliau mengundurkan diri,” ungkap Presiden.

Terkait pengganti Gus Miftah, Presiden Prabowo menyatakan bahwa pemerintah akan segera mencari sosok yang tepat.

Sedangkan terkait usulan sertifikasi bagi juru dakwah, Kepala Negara menyebut akan melibatkan berbagai pihak untuk memberikan masukan.

“Nanti kita lihat kalangan yang mengerti masalah ini semua, mungkin nanti mereka akan kasih masukan. Majelis Ulama, kalangan-kalangan dari ormas-ormas keagamaan, dan sebagainya nanti kita minta pendapat dari mereka,” ucap Presiden.

Ditanya Deddy Corbuzier Banyak 'Gus' Bermasalah, Ustaz Felix Siauw: yang Aku Khawatirkan Terjadi

Kasus Gus Miftah yang menghina seorang tukang es, Agus Buntung yang diduga memperkosa 15 wanita hingga Agus Salim korban penyiraman air keras kini menjadi sorotan publik.

Meski ketiganya tidak terkait kasus yang sama. masing-masing memiliki nama yang seragam, yakni memiliki nama Agus atau panggilan Gus.

Deddy Corbuzier dan Ustaz Felix Siauw dalam Podcast Close The Door Corbizier pun mengulas permasalahan tersebut.

Deddy mempertanyakan mengapa sosok yang memiliki nama Agus ataupun Gus kini bermasalah dan viral

"Ustaz begini, gimana dengan kasus belakangan ini, yang Namanya Gus, Agus, Agus tuh bermasalah semua?" tanya Deddy Corbuzier sembari tertawa.

Mendengar pertanyaan dari Deddy Corbuzier, Ustaz Felix Siauw ikut tertawa.

Keduanya terkekeh menyadari sejumlah orang yang memiliki nama Agus dan Gus bermasalah semuanya.

Di antaranya Agus yang menjadi korban penyiraman air keras, Agus buntung yang diduga memperkosa 15 wanita hingga Gus Miftah yang menghina seorang pedagang es.

Menjawab pertanyaan Deddy Corbuzier, Ustaz Felix Siauw menyampaikan pandangannya.

"Kenapa akhir-akhir ini ada 'Gus' tuh bermasalah?" ujar Ustaz Felix Siauw.

"Ada dua, dua Agus ini juga lagi bermasalah," tambah Deddy Corbuzier sembari terkekeh.

Ustaz Felix Siauw kemudian menyampaikan kebiasaan baik ketika Gus Miftah hadir dalam sebuah pengajian ataupun acara.

Gus Miftah katanya sering kali memborong dagangan milik pedagang yang berjualan di sana.

"Aku lihat begini, banyak sekali orang-orang.. kan Ketika Gus Miftah melakukan itu (menghina pedagang es) kan aku lihat berita, dan di berita itu kita tahu bahwasanya Gus Miftah itu sering kali memborong dagangan orang," ujar Ustaz Felix Siauw.

"Sering-sering banget," tambah Deddy Corbuzier.

"Jadi ada, apa Namanya, penjual es ataupun penjual makanan segala macamlah itu diborong," tambah Ustaz Felix Siauw lagi.

Kedatangan Gus Miftah pun dimanfaatkan oleh sejumlah pedagang untuk datang.

Mereka maju ke depan panggung dengan harapan dagangan mereka diborong oleh Gus Miftah

Peristiwa yang viral tersebut pun diungkapkan Ustaz Felix Siauw demikian.

Pedagang es yang belakangan diketahui bernama Sunhaji itu maju ke depan.

Gus Miftah kemudian diminta oleh sejumlah ibu-ibu untuk memborong minuman milik pedagang es itu. 

"Maka kasusnya Waktu itu adalah ada ibu-ibu yang nunjukkin ada satu orang yang jualan es, di tengah-tengah itu (pengajian) 'borong dong-borong dong'," ungkap Ustaz Felix Siauw. 

"Kayak gitu kan ya, seperti biasanya terjadi ini, kan seperti itu," tambahnya.

"Nah ternyata malah di-bully atau di-roasting dan seterusnya," jelas Ustaz Felix Siauw.

"Nah artinya, itu sudah biasa terjadi. Nah ini yang aku bilang bahwasanya kita harus hai-hati dengan sebuah mental, di mana ketika ada orang datang ke sana itu, dia itu sebenarnya mau minya untuk dikasihani," beber Ustaz Felix Siauw.

"Dan ini bukan hanya terjadi di Gus Miftah, maka kita disclaimer kita bukan bahas Gus Miftah, bukan bahas bapaknya juga yang jualan," tambahnya.

"Tapi kita bahas tentang mental orang-orang yang menurut kita 'social problems' yang menurut kita perlu untuk disikapi," jelas Ustaz Felix Siauw.

"Karena ini terjadi juga pada content creator yang menjadikan kesedihan-kesengsaraan sebagai komoditas," jelasnya.

Hal yang dikhawatirkannya bukan terkait perundungan yang dilakukan oleh Gus Miftah.

Tetapi sikap para konten kreator yang mengambil kesempatan dari viralnya kasus Sunhaji.

"Aku bilang gini, yang aku khawatirkan bukan kejadian ini, tapi efeknya yang aku khawatirkan sekarang terjadi nih," ujar Ustaz Felix Siauw.

"Coba Om bayangin ya, sekarang yang ambil exposure terhadap bapak penjual es teh ini berapa banyak?" tanyanya.

"Wadidaw," celoteh Deddy Corbuzier.

"Semua orang part of exposure (mengambil kesempatan)," jawab Ustaz Felix Siauw di akhir tayangan.

Video Deddy Corbuzier dan Ustaz Felix Siauw pun menapat beragam respondari masyarakat.

Sebagian besar membela pedagang es, sebagian lainnya mencela sikap para konten kreator yang mengambil kesempatan di tengah kasus yang menerpa Gus Miftah.

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News

Ikuti saluran WartaKotaLive.Com di WhatsApp

Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved