Golkar Membela Polisi yang Dituduh Curang oleh PDIP, Singgung Pernah Berkuasa 10 Tahun
Partai Golkar sindir PDIP yang tidak teriak curang di Pilkada Jakarta di tengah protes segelintir hasil Pilkada serentak 2024.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fersianus Waku
WARTAKOTALIVE.COM - Partai Golkar sindir PDIP yang tidak teriak curang di Pilkada Jakarta di tengah protes segelintir hasil Pilkada serentak 2024.
Anggota Komisi III DPR Fraksi Partai Golkar, Soedeson Tandra heran melihat PDIP yang menuding Polisi curang dan terlibat dalam Pilkada serentak 2024.
Padahal kata Soedeson Tandra, PDIP masih bisa meraih kemenangan di Pilkada Jakarta.
"Barusan ini (Pilkada) DKI misalnya. Oh rakyat sudah cerdas. Karena mereka menang," ujar Tandra dimuat Tribunnews.com
Tandra juga menegaskan bahwa dalam kontestasi politik seperti Pilkada, kemenangan maupun kekalahan adalah hal yang wajar.
"Kalau ada pelanggaran hukum polisi, ya? Kita bicara di provinsi mana? Lebih kecil lagi kabupaten mana? Lebih kecil lagi kecamatan mana? Lebih kecil lagi TPS mana? Ya kan? Tunjukkan bukti," tegasnya.
Maka dari itu, politisi Golkar itu mengimbau PDIP agar bisa membuktikan sederet kecurangan yang sebelumnya sudah dituduhkan.
Terlebih kata Tandra, PDIP sudah berkuasa selama 10 tahun sehingga harus bisa membuktikan keterlibatan partai coklat tersebut.
"Saya mau mengimbau kepada rekan-rekan saya di PDIP ya jangan gitulah. Mereka 10 tahun berkuasa. Apakah ada tuduhan-tuduhan Partai Coklat ini? Jangan begitu," kata Tandra di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (9/12/2024).
Tandra meminta PDIP tidak melontarkan tuduhan tanpa dasar yang bisa membingungkan masyarakat.
Dia juga menyampaikan keyakinannya terhadap institusi kepolisian untuk menindak tegas apabila ada oknum yang melanggar hukum terkait Pilkada.
"Kalau ada hukum polisi yang melanggar, saya percaya Kapolri akan menindak tegas mereka-mereka yang melakukan pelanggaran terhadap kontestasi Pilkada ini," ungkap Tandra.
Sebelumnya, PDIP mengklaim menemukan indikasi keterlibatan aparat kepolisian di Pilkada serentak 2024.
Beberapa daerah yang mereka soroti seperti Pilkada Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, dan Banten.
Baca juga: Bekas Orang Jokowi Diangkat Prabowo Subianto Jadi Komandan Paspampres
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.