Jumat, 15 Mei 2026

Pilkada Jakarta

Budayawan Betawi Minta Paslon di Pilkada Jakarta Jangan Hanya Umbar Gimik, Tapi Kerja Nyata

Andi menyebut, dari cara mendekatkan pemilihnya dengan budaya Betawi menggunakan busana hingga adu pantun dianggap sangat biasa.

Tayang:
Warta Kota/Yulianto)
Budayawan sekaligus sastrawan Betawi Yahya Andi Saputra meminta pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur di pemilihan kepala daerah atau Pilkada Jakarta kepada para calon pemilih tak hanya gimik atau umbar janji semata. 

 

Laporan wartawan wartakotalive.com Yolanda Putri Dewanti

WARTAKOTALIVE.COM KARET -- Budayawan sekaligus sastrawan Betawi Yahya Andi Saputra meminta pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur di pemilihan kepala daerah atau Pilkada Jakarta kepada para calon pemilih tak hanya gimik atau umbar janji semata.

Dia menyebut, janji-janji yang diberikan kepada warga khususnya tentang kebudayaan harus bisa terealisasikan.

“Saya kan sudah mengikuti yang namanya Pilkada ini sudah beberapa kali ya, dari jaman pak Sutiyoso (Gubernur DKI Jakarta periode 1997 hingga 2007), dan itu apa yang ditampilkan calon-calon paslon itu dari dahylu sampai sekadang itu-itu saja, biasa-biasa saja enggak ada hal yang baru,” ucap Andi saat ditemui di kawasan Karet, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (13/11/2024).

Andi menyebut, dari cara mendekatkan pemilihnya dengan budaya Betawi menggunakan busana hingga adu pantun dianggap sangat biasa.

“Untuk lebih meyakinkan konstituen atau warga, maka dia kasih kayak kopiah, pakai baju Betawi, minta didukung kesenian tanjidor dan lain-lain,” imbuhnya.

Sehingga, peneliti di Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB) itu juga menekankan pemimpin Jakarta ke depannya bisa memberikan solusi tak hanya gemar berjanji.

Dia berharap, meski nantinya Jakarta lepas status tak menjadi Ibu Kota tetapi pemimpin yang baru mampu membawa Jakarta menjadi kota global yang sejajar dengan kota-kota lainnya di dunia.

“Ali Sadikin (Gubernur periode 1966-1977), sejak dahulu mau jadikan kota ini kota global, maka sekarang di balik lagi, sejajar dengan kota budaya di dunia seperti Paris dan lain-lain, kemudian juga bisa memuliakan trandisi kesenia. Semestinya pemimpin sekarang harus lebih berani lagi,” ungkapnya.(m27)

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News

Ikuti saluran WartaKotaLive.Com di WhatsApp: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaYZ6CQFsn0dfcPLvk09

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved