Sabtu, 25 April 2026

Energi

Krakatau Chandra Energi Kembangkan Energi Baru Terbarukan Melalui PLTS atau Solar Panel

PT Krakatau Chandra Energi (KCE) kembangkan energi baru terbarukan melalui adopsi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atau solar panel. 

Penulis: Mochammad Dipa | Editor: Mochamad Dipa Anggara
dok. PT Krakatau Chandra Energi
Ilustrasi. PT Krakatau Chandra Energi (KCE), perusahaan penyedia tenaga listrik, jasa kelistrikan dan energi baru terbarukan (EBT) yang andal dan bersaing di Indonesia, meluncurkan kampanye “Energizing Growth with Renewable Energy” untuk mendorong kolaborasi strategis dalam energi baru terbarukan melalui adopsi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atau solar panel. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - PT Krakatau Chandra Energi (KCE) selaku perusahaan penyedia tenaga listrik, jasa kelistrikan dan energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia, meluncurkan kampanye 'Energizing Growth with Renewable Energy' untuk mendorong kolaborasi strategis dalam energi baru terbarukan melalui adopsi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atau solar panel

Dengan solusi energi bersih ini, KCE siap berperan aktif dalam mendukung sektor industri dan perumahan dalam memenuhi kebutuhan listrik yang berkelanjutan.

Direktur Utama PT Krakatau Chandra Energi, Erri Dewi Riani menyampaikan peluncuran kampanye Energizing Growth with Renewable Energy mencerminkan komitmen KCE dalam mempromosikan transisi energi nasional.

Kampanye ini mendorong kolaborasi strategis dalam energi baru terbarukan melalui adopsi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atau dengan solar panel. Dengan demikian penggunaan energi listrik nantinya dapat berkelanjutan.

“Dengan produk EBT yang kami tawarkan, industri dapat mengoptimalkan produksi serta operasional, yang pada akhirnya akan berdampak pada pengurangan emisi karbon,” ujar Erri.

Ia juga mengatakan bahwa perusahaan didorong dengan melakukan kolaborasi dalam pengembangan dan proses transisi energi untuk mencapai target net zero emissions (NZE) tahun 2060, dengan mengadopsi solusi energi bersih yang lebih berkelanjutan, termasuk penggunaan energi terbarukan dan teknologi ramah lingkungan.

"Produksi tenaga listrik kedepannya diproyeksikan didominasi oleh tenaga surya, air, angin, bio energi, panas bumi, nuklir dan lainnya," ucap Erri.

Pada 2060, lanjut Erri, diasumsikan pertumbuhan kebutuhan listrik Indonesia mencapai 1.800 TWh. Angka tersebut diakumulasi berasal dari kebutuhan sektor Industri, sektor rumah tangga, komersial, dan kendaraan bermotor listrik di Indonesia.

"Hal ini menjadi tantangan dan peluang bagi sektor industri untuk melakukan pengembangan teknologi terbaru dalam pembangkit listrik energi terbarukan seperti tenaga surya, air, angin dan bio energi guna mengurangi emisi karbon dan peluang mendukung target NZE 2060," ucapnya.

Di sisi lain, sebagai perusahaan penyedia layanan energi atau Energy Service Company (ESCO), KCE berupaya meningkatkan efisiensi operasional konsumen melalui unit solar panel yang ditawarkan.

Salah satu bentuk peran aktif KCE adalah mengembangkan energi surya melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang tersebar di Kawasan Industri Krakatau dan sekitarnya.

"Saat ini, KCE telah memiliki PLTS dengan kapasitas total 2,067 MWp, yang terdiri dari berbagai jenis PLTS, yaitu ground-mounted, rooftop, dan floating,” tambah Erri.

Sementara itu, Direktur Operasi dan Komersial PT Krakatau Chandra Energi, Ari Azhar, menjelaskan,

Penggunaan energi baru terbarukan (EBT) oleh KCE memberikan manfaat seperti menjaga keseimbangan ekosistem.

"Selain itu, penggunaan Carbon Combustion Mechanism (CEM) mampu menjawab tren di tengah-tengah market sehingga mampu bertahan di tengah persaingan," sebutnya.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved