Rabu, 20 Mei 2026

Saat Budi Arie Setiadi Tegas Membantah Terlibat Kasus Judi Online di Komdigi

Saat Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi Tegas Membantah Terlibat Kasus Judi Online di Komdigi

Tayang:
Editor: Joanita Ary
Wartakotalive.com/Yulianto
Budi Arie Setiadi Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika yang kini menjabat Menteri Koperasi, dengan tegas mengatakan siap diperiksa terkait kasus judi online. 

WARTAKOTALIVECOM, JakartaBudi Arie Setiadi Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika yang kini menjabat Menteri Koperasi, dengan tegas mengatakan siap diperiksa terkait kasus judi online.

Selain itu Budi menyatakan dukungannya terhadap pemberantasan judi online dan penegakan hukum terkait masalah tersebut.

Ia juga menegaskan bahwa ia mendukung penuh pemberantasan judi online dan penegakan hukum yang tegas dalam kasus ini.

Kemudian Budi mengungkapkan kesiapan untuk diperiksa oleh polisi terkait keterlibatannya dalam kasus judi online yang melibatkan sejumlah pegawai Kementerian Komunikasi dan Digital.

Namun, Budi menegaskan bahwa dirinya tidak terlibat dalam kasus judi online tersebut.

Sebelumnya, sekitar 11 pegawai Kementerian Komunikasi dan Digital yang terlibat.

Menkomdigi Meutya Hafid telah menonaktifkan 11 pegawai yang terkait judi online.

Mereka kini telah ditahan oleh pihak kepolisian.

Penonaktifan tersebut menjadi langkah awal dari komitmen Komdigi dalam menjaga integritas dan kredibilitas institusi di tengah tantangan peningkatan kejahatan digital.

"Sebanyak 11 pegawai Kemkomdigi dinonaktifkan setelah pihak kepolisian melakukan penahanan atas dugaan pelanggaran. Nama-nama lainnya yang mungkin terlibat saat ini masih dalam proses verifikasi dan menunggu koordinasi lanjutan antara Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika (Ditjen Aptika) Kemkomdigi dengan Kepolisian Republik Indonesia. Verifikasi ini akan memastikan kejelasan identitas bagi pegawai yang diamankan," tutur Meutya di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta, Senin (4/11).

Selain itu polisi mengungkap pegawai Komdigi tersebut mengatur blokir situs judi online.

Tak hanya itu saja, mereka juga diduga menerima uang dari bandar judi online agar situsnya tetap bisa dibuka.

 

 

 

 

Sumber: KOMPAS
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved