BPJS Kesehatan
Ibu Empat Anak Ini Bersyukur Bisa Berobat Diabetes Gratis Berkat Program JKN
Dainah merasa beruntung dengan adanya Program JKN yang membantu pembiayaan pengobatan diabetes tipe 2 yang dialami dirinya.
WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK - Sebagai seorang single parent yang mengurusi keluarga, kesehatan merupakan suatu hal yang sangat penting untuk dijaga.
Hal tersebut disadari oleh ibu empat orang anak asal Depok, Dainah Saputri (51). Dainah sendiri menderita penyakit diabetes tipe 2 yang disebabkan oleh gaya hidup yang kurang baik.
Seperti mengonsumsi gula berlebih sehingga tubuh tidak mampu untuk menggunakan insulin dengan normal.
“Awalnya Dainah tidak menyadari jika meminum minuman dengan kadar gula berlebih dapat menyebabkan penyakit diabetes tipe 2.
"Sampai akhirnya saya mengikuti pemeriksaan gratis di pengajian dan terungkap gula darah saya sudah mencapai di angka 600mg/dL, yang dimana normalnya adalah di bawah 100mg/dL. Namun untungnya saya tidak pingsan ataupun kolaps," cerita Dainah, beberapa waktu lalu.
Sejak saat mengetahui bahwa dirinya menderita penyakit diabetes ini, Dainah langsung mengunjungi klinik terdekat untuk memeriksakan penyakit ini dan meminta untuk diresepkan obatnya.
Namun karena biaya untuk berobat ini tidaklah murah ditambah harus rutin diperiksa serta obat-obatan yang cukup mahal maka, membuat Dainah beralih menggunakan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) agar dapat terus berobat tanpa memikirkan biaya.
Dainah mengatakan bahwa dirinya harus selalu berobat rutin setiap bulan agar mendapatkan obat.
Hal ini bertujuan agar efek samping yang diakibatkan oleh penyakit ini dapat berkurang seperti tubuh yang terasa panas, nafsu makan yang menurun, berat badan menurun drastis, serta badan yang terasa pegal linu.
Oleh karena itu, Dainah berpindah dari klinik umum ke fasilitas kesehatan (faskes) yang berkerja sama dengan Program JKN agar lebih mudah untuk berobat.
“Saat ini, saya telah rutin untuk melakukan pengobatan di faskes yang bekerja sama dengan Program JKN. Berbagai informasi saya dapatkan dari dokter di puskesmas, seperti mengurangi konsumsi gula hingga mengurangi makan nasi putih dan dapat digantikan dengan beberapa alternatif seperti kentang, umbi-umbian dan nasi merah, serta dapat memenuhi asupan gula dari buah-buahan," ungkap Dainah.
Selain pelayanan prima yang Dainah dapatkan, dirinya juga merasakan manfaat daripada Program JKN ini yaitu mengenai masalah pembiayaan. Dimana semua pengobataan Dainah ditanggung tanpa mengeluarkan biaya sedikitpun.
Dainah juga menambahkan, selama menggunakan Program JKN ia pernah mengalami kesulitan. Dimana ia harus mengubah lokasi faskes tetapi beliau tidak bisa pergi ke kantor BPJS dikarenakan satu dan lain hal sehingga ia harus membayar di faskes yang baru.
Namun petugas pendaftaran puskesmas dengan sigap memberikan informasi bahwa beliau dapat mengunduh Aplikasi Mobile JKN untuk memindahkan fakses lama ke faskes yang baru sehingga tidak perlu pergi ke kantor BPJS.
“Sejak saat itu, saya langsung mengunduh Aplikasi Mobile JKN. Selain untuk mengubah lokasi fakses dari yang lama ke yang baru, saya juga menggunakan aplikasi ini untuk mengubah data yang keliru dan melakukan pendaftaran dari rumah agar terhindar dari antrean di puskesmas," jelas Dainah.
| Charles Honoris Pertanyakan Ketahanan Dana BPJS Kesehatan, Suntikan Dana Pemerintah Belum Ada |
|
|---|
| Pasien Hemodialisa Akui BPJS Kesehatan Bantu Jalani Pengobatan Tanpa Beban Biaya |
|
|---|
| Pasien BPJS Kesehatan Akui Pelayanan Baik Saat Jalani Hemodialisa |
|
|---|
| Mudik Lebaran 2026, Peserta JKN Tetap Bisa Akses Layanan Kesehatan di Luar Domisili |
|
|---|
| Antonius Merasa Tenang Jalani Terapi Hemodialisa Berkat BPJS Kesehatan di RS St. Carolus |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Dainah-merasa-beruntung-dengan-adanya-Program-JKN.jpg)