Prediksi Nasib Hamas Usai Pimpinannya Yahya Sinwar Tewas Dibunuh Israel
Kematian Pimpinan Hamas Yahya Sinwar diprediksi tidak akan berpengaruh banyak terhadap kekuatan Hamas.
WARTAKOTALIVE.COM - Kematian Pimpinan Hamas Yahya Sinwar diprediksi tidak akan berpengaruh banyak terhadap kekuatan Hamas.
Diprediksi kekuatan baru Hamas terus muncul untuk melawan Israel usai klaim kematian Yahya Sinwar oleh Israel pada Rabu (16/10/2024).
Yahya Sinwar merupakan pengganti Pimpinan Hamas Ismail Haniyeh yang dibunuh oleh Israel pada Juli 2024 lalu.
Yahya Sinwar kemudian ditunjuk sebagai pemimpin keseluruhan Hamas sejak Juli 2024.
Seperti dimuat Al Mayadeen profesor di Sekolah Layanan Luar Negeri Universitas Georgetown Daniel Byman mengatakan pembunuhan kepala biro politik Hamas itu hanya akan berdampak lebih kecil daripada yang diharapkan Israel dalam perang saat ini di Gaza.
Menurutnya, kematian Sinwar hanya berarti berkurangnya satu pemimpin dalam Perlawanan Palestina.
Sebab hingga kini Hamas belum menyerah untuk mengalahkan Israel.
Byman menulis di Foreign Policy bahwa meskipun Hamas kehilangan banyak pemimpinnya, seperti Ismail Haniyeh dan Mohammed Deif, perlawanan tetap memiliki anggota baru yang siap untuk mengambil alih.
Namun kematian Sinwar kemungkinan meningkatkan gencatan senjata, sebab selama ini biro politik Hamas tersebut cukup agresif terhadap "Israel".
Baca juga: Kronologi Kematian Pimpinan Hamas Yahya Sinwar Versi Israel
Sebelumnya Militer Israel mengatakan bahwa Sinwar adalah salah satu dari tiga militan yang terbunuh pada hari Rabu di Rafah, di bagian selatan wilayah tersebut.
Juru bicara Pasukan Pertahanan Israel (IDF), Daniel Hagari pun menjelaskan kronologi pembunuhan terhadap Yahya Sinwar.
Dia menyebut tiga pria bersenjata terlihat oleh tentara Israel berlari dari rumah ke rumah namun setelah ditembaki, mereka terpisah, dan Sinwar masuk ke sebuah bangunan sendirian.
Dari pantauan drone, sosok yang diduga Yahya Sinwar terlihat duduk di kursi.
Tentara masuk ke gedung itu dan menemukan Sinwar dengan rompi, senjata.
Letnan Kolonel Hertzi Halevi, kepala IDF, mengatakan pihaknya kemudian berhasil menangkap Yahya Sinwar.
"Kami katakan kami akan menangkapnya, dan kami berhasil menangkapnya. Dunia sekarang lebih baik tanpa dia."
Israel pun mengklaim genetik jasad yang dipegang oleh Israel cocok dengan sample gigi dan sidik jari yang dimiliki IDF.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Pimpinan-Hamas-Yahya-Sinwar-disebut-tewas-dibunuh-Israel.jpg)