Senin, 13 April 2026

Kronologi Kematian Pimpinan Hamas Yahya Sinwar Versi Israel

Israel mengklaim kembali membunuh pimpinan Hamas yakni Yahya Sinwar setelah sebelumnya berhasil membunuh Ismail Haniyeh

Editor: Desy Selviany
Kompas.com
Pimpinan Hamas Yahya Sinwar disebut tewas dibunuh Israel 

WARTAKOTALIVE.COM - Israel mengklaim kembali membunuh pimpinan Hamas Yahya Sinwar setelah sebelumnya berhasil membunuh Ismail Haniyeh. 

Yahya Sinwar merupakan pengganti Ismail Haniyeh setelah dibunuh oleh Israel pada Juli 2024 lalu.

Yahya Sinwar kemudian ditunjuk sebagai pemimpin keseluruhan Hamas sejak Juli 2024. 

Namun selang tiga bulan kemudian, Israel mengklaim telah berhasil membunuh Yahya Sinwar pada Rabu (16/10/2024).

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan bahwa pembunuhan pemimpin Hamas tersebut bukanlah akhir, tetapi "awal dari akhir" perang satu tahun di Gaza.

Seperti dimuat BBC, Militer Israel mengatakan bahwa Sinwar adalah salah satu dari tiga militan yang terbunuh pada hari Rabu di Rafah, di bagian selatan wilayah tersebut.

Juru bicara Pasukan Pertahanan Israel (IDF), Daniel Hagari pun menjelaskan kronologi pembunuhan terhadap Yahya Sinwar.

Dia menyebut tiga pria bersenjata terlihat oleh tentara Israel berlari dari rumah ke rumah namun setelah ditembaki, mereka terpisah, dan Sinwar masuk ke sebuah bangunan sendirian.

Dari pantauan drone, sosok yang diduga Yahya Sinwar terlihat duduk di kursi.

Baca juga: Selain Pemimpin Hizbullah, Pimpinan Hamas di Lebanon Juga Tewas Dalam Serangan Udara Israel

Tentara masuk ke gedung itu dan menemukan Sinwar dengan rompi, senjata.

Kepala IDF Letnan Kolonel Hertzi Halevi mengatakan pihaknya kemudian berhasil menangkap Yahya Sinwar.

"Kami katakan kami akan menangkapnya, dan kami berhasil menangkapnya. Dunia sekarang lebih baik tanpa dia."

Israel pun mengklaim genetik jasad yang dipegang oleh Israel cocok dengan sample gigi dan sidik jari yang dimiliki IDF.

Sebelumnya, gambar-gambar grafis yang beredar secara online tampak menunjukkan tubuh tak bernyawa yang mirip dengan Sinwar tergeletak di reruntuhan dengan cedera kepala yang parah.

IDF pada saat itu mengatakan kemungkinan dia telah tewas tetapi tidak ingin mengonfirmasi kematiannya secara prematur terhadap orang yang telah mereka kejar selama lebih dari satu tahun.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved