BPJS Kesehatan
Dika Manfaatkan Program JKN untuk Pengobatan Ibunda dari Penyakit Jantung
Hardika Nugraha, peserta JKN memanfaatkan pelayanan kepesertaan JKN untuk pengobatan ibunda yang terkena penyakit jantung di Rumah Sakit Harapan Kita.
WARTAKOTALIVE.COM, KABUPATEN BOGOR - BPJS Kesehatan sebagai badan yang memberikan pelayanan publik untuk masyarakat berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan.
Hal ini dibuktikan dari upaya simplifikasi terhadap berbagai pelayanan.
Kemudahan pelayanan juga menjadi salah satu fokus BPJS Kesehatan demi meningkatkan kepuasan peserta. Terbukti, penyelenggaraan Program JKN yang kini sudah memasuki satu dekade ini sudah memberikan manfaat kepada peserta, salah satunya Hardika Nugraha (27).
Pria asal Ciamis yang hijrah ke Kabupaten Bogor untuk bekerja ini membagikan pengalaman dirinya dan seluruh anggota keluarganya saat memanfaatkan pelayanan kepesertaan JKN di fasilitas kesehatan.
Ia bercerita ibunya yang memiliki riwayat penyakit jantung kerap kontrol di Rumah Sakit Harapan Kita. Administrasi yang mudah dan pelayanan yang baik membuatnya mempercayakan sang ibu dirawat dengan jaminan kesehatan dari JKN.
“Saya pastikan seluruh keluarga saya di kampung halaman terdaftar sebagai peserta JKN. Bagi kami yang tidak memiliki asuransi kesehatan sama sekali, memiliki jaminan kesehatan dari pemerintah ini sangat penting untuk mengatasi pembiayaan pengobatan ketika sakit," ujar Dika beberapa waktu lalu.
"Jaminan kesehatan dapat melindungi pasien dari risiko biaya kesehatan yang tidak terduga, seperti saat operasi tulang belakang ibu saya di tahun 2018 seluruhnya dijamin oleh BPJS Kesehatan,” tambah Dika.
Meski terdaftar pada segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU), Dika terus memastikan jaminan kesehatan keluarganya aktif dan rutin membayar iuran setiap bulan.
Ia tidak menginginkan saat digunakan ketika sakit harus direpotkan dengan kendala administrasi karena tidak aktif menunggak.
Pengalaman keluarganya selama ini pelayanan yang didapat di salah satu rumah sakit di Tangerang termasuk baik, walau pun ditempatkan di ruang inap kelas tiga tapi tidak ada perbedaan penanganan oleh tim medis.
“Saya dan keluarga tidak menyiapkan dana untuk pengobatan ibu, apa lagi harus tindakan operasi. Alhamdulillah pelayanan kesehatan dapat dijamin selama di rumah sakit, sejak saat itu kami sadar pentingnya memiliki jaminan kesehatan," sebut Dika.
Walau pun sampai saat ini untuk saya pribadi tidak pernah menggunakan tapi bukan hal yang sia-sia karena iuran yang saya bayarkan bisa dipakai untuk peserta lain yang butuh pengobatan,” lanjut Dika.
Ia mengakui bahwa dirinya tidak pernah mengakses layanan kesehatan di rumah sakit, namun ia berada dalam lingkungan yang mengandalkan Program JKN untuk berobat.
Pernah terdaftar yang gratis dari Penerima Bantuan Iuran (PBI) dari pemerintah daerah di kelas tiga, ia tidak merasa ada perbedaan layanan kesehatan dengan dirinya yang kini terdaftar di kelas satu pada segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) semua dilayani dengan baik sesuai indikasi medis di FKTP.
“Saya berharap pelayanan Program JKN ini terus berlangsung dan semakin baik. Pelayanan yang merata dari Sabang sampai Merauke, dan masyarakat semakin mudah untuk akses pelayanan kesehatan," ucap Dika.
| BPJS Keliling Hadir di Kegiatan Car Free Day, Permudah Masyarakat Akses Layanan JKN Tanpa ke Kantor |
|
|---|
| Charles Honoris Pertanyakan Ketahanan Dana BPJS Kesehatan, Suntikan Dana Pemerintah Belum Ada |
|
|---|
| Pasien Hemodialisa Akui BPJS Kesehatan Bantu Jalani Pengobatan Tanpa Beban Biaya |
|
|---|
| Pasien BPJS Kesehatan Akui Pelayanan Baik Saat Jalani Hemodialisa |
|
|---|
| Mudik Lebaran 2026, Peserta JKN Tetap Bisa Akses Layanan Kesehatan di Luar Domisili |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Hardika-Nugraha-27-peserta-BPJS-Kesehatan.jpg)