Pilkada Jakarta

Banyak Kesaman Program dengan Anies Baswedan Jadi Alasan Mantan Tim Sukses Anies Dukung Pramono-Doel

Pramono Anung mengatakan merasa bersyukur telah diundang dan mendapat dukungan dari majelis taklim yang dipimpin oleh Hj. Nurma.

Editor: Feryanto Hadi
ist
Hj. Nurma Nugraha mantan timses Anies Baswedan usai mendeklarasikan dukungan kepada Pramono Anung 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA-- Calon Gubernur Jakarta nomor urut 3 Pramono Anung mendapatkan dukungan dari elemen masyarakat. Kali ini datang dari Ustadz dan Ustadzah Pimpinan Majelis Taklim se-Jakarta Barat.

 Hj. Nurma Nugraha mengatakan, alasannya mendukung Pramono karena pria asal Kediri itu adalah sosok yang soleh. Selain itu, Pramono juga berjuang dengan ikhlas.

"Apalagi beliau nanti akan meneruskan program yang sudah dilaksanakan oleh Bapak Anies Baswedan, Insya Allah, lanjutkan, lanjutkan," seru Nyrma Nugraha usal bertemu dengan Pramono di Yayasan An Nurmaniyah, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa (15/10/2024).

Mantan anggota tim sukses Anies Baswedan itu pun menegaskan bakal menjadi bagian tim sukses Pramono Anung.

"Di sini ada 300 ustadzah di belakangnya masing-masing ada 30 murid berarti dari sini sudah ada 1,5 juta suara untuk Bapak Pramono," jelasnya.

Di sisi lain, ratusan ustazah tersebut menurut Nurma mendoakan agar Pramono Anung-Rano Karno bisa memenangkan kontestasi pilkada Jakarta

"Saya berdoa tiap malam, Insya Allah Pramono Anung menang, menang, menang," serunya.

Sementara itu, Pramono Anung mengatakan merasa bersyukur telah diundang dan mendapat dukungan dari majelis taklim yang dipimpin oleh Hj. Nurma.

"Mudah-mudahan ini menjadi penambah semangat bagi saya pribadi," ucap Pramono.

Soal Ridwan Kamil Klaim Didukung Mayoritas 'Anak Abah'

Sebelumnya, Calon Gubernur nomor urut 1, Ridwan Kamil (RK) mengaku masih percaya diri bisa memenangkan Pilgub Jakarta. Mantan Gubernur Jawa Barat itu mengklaim mayoritas suara anak Abah akan berlabuh padanya.

Diketahui, anak Abah merupakan julukan dari masyarakat yang menjadi pendukung Anies Baswedan dalam Pilpres 2024 lalu.

Sampai saat ini, Anies memang belum mengungkapkan dukungannya kepada pasangan calon manapun.

Menanggapi hal itu, Calon Gubernur Jakarta nomor urut 3, Pramono Anung menyebut fakta dari klaim tersebut akan terbukti atau terbantahkan saat hari pemungutan suara. Dalam artian, paslon mana yang lebih banyak dipilih oleh anak Abah.

"Kan simbol anak-anak Abah itu yang tahu tentunya Mas Anies sendiri dan anak-anak abah sendiri. Saya enggak mau memperdebatkan itu. Tapi dilihat saja siapa yang (nanti mendapat suara paling banyak) di TPS," jelas Pramono di Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (9/10/2024).

Eks sekretaris kabinet itu menegaskan banyak orang-orang yang menjadi loyalis atau membantu pemenangan Anies Baswedan dalam Pilpres 2024 dan kini bergabung dalam tim pemenangannya.

Beberapa nama mantan tim Anies yang kini masuk dalam timses Pramono-Rano di antaranya Mandira Bienna Elmir, Aldy Perdana Putra, hingga Iwan Tarigan.

"Kalau di saya kan mulai dari juru bicara, tim yang menyiapkan data, bahkan di debat saya kemarin salah satu orangnya (yang membantu Pramono) adalah yang betul-betul menyiapkan data buat Mas Anies (di pilpres) kemarin," jelas Pramono.

Selain itu, Pramono menyebut dirinya dan Rano Karno sudah mendapat dukungan dari sejumlah kelompok relawan Anies, serta melakukan pertemuan dengan salah satu loyalis Anies yakni Geisz Chalifah.

"Paling penting komunikasi terus berjalan. Saya juga terus komunikasi dengan mereka. Intinya kami meyakini apapun yang ada, pasti mereka akan memilih siapa yang kemudian program-programnya lebih dekat dengan masyarakat," ucap dia.

Analis INSTRAT Sebut Anak Abah Jadi Kunci Penentu Kemenangan

Indonesia Strategic Institute (INSTRAT) merilis hasil survei Pilkada DKI Jakarta 2024. 

Survei ini dilaksanakan dengan melibatkan 1.750 responden menggunakan metode multistage random sampling, dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error ±2,34 persen .

Dalam survei wawancara secara tatap muka dalam periode 25-30 September 2024 itu diketahui Ridwan Kamil-Suswono mendapat dukungan sebesar 48,29 persen . 

Di posisi kedua, pasangan Pramono Anung Wibowo-Rano Karno memperoleh 31,71 persen ,

Sementara pasangan Dharma Pongrekun-Kun Wardana tertinggal dengan hanya 4,34 persen dukungan. 

Sedangkan sebanyak 15,66 % responden menyatakan belum menentukan pilihan.

"Meski pasangan Ridwan Kamil-Suswono unggul, perebutan suara undecided voters masih bisa menjadi penentu hasil akhir," ungkap Analis INSTRAT, Adi Nugroho pada Minggu (6/10/2024). 

Adi juga menekankan pentingnya dukungan dari kelompok 'Anak Abah', yakni eks pendukung Anies Baswedan pada Pilpres 2024.

"Ini menunjukkan kekuatan mereka dalam menarik pendukung dari basis Anies Baswedan, yang menjadi salah satu kunci penting dalam Pilgub kali ini," ujar Adi Nugroho. 

Popularitas Rano Karno Lebih Tinggi dari Pramono Anung

Menariknya, survei juga menunjukkan bahwa Rano Karno, meskipun menjadi calon wakil gubernur, memiliki popularitas dan daya tarik lebih besar dibandingkan calon gubernurnya, Pramono Anung.

Rano Karno menduduki posisi ketiga dalam survei 'top of mind' di bawah Ridwan Kamil dan Anies Baswedan, sedangkan Pramono Anung berada di posisi kelima. 

"Rano Karno lebih populer dan disukai publik dibandingkan Pramono Anung. Namun, posisinya sebagai cawagub bisa menghambat potensi elektoralnya. Jika Rano ditempatkan sebagai calon gubernur, posisinya mungkin lebih kompetitif," jelas Adi Nugroho.

Keyakinan Pilkada Satu Putaran 

Survei juga mengungkap bahwa mayoritas masyarakat Jakarta yakin bahwa Pilkada DKI Jakarta akan selesai dalam satu putaran.

Sebanyak 64,11 % responden percaya bahwa proses pemilihan tidak akan berlanjut ke putaran kedua, sementara 16,20 % memperkirakan akan ada dua putaran.

Menurut Adi Nugroho, ini mungkin mencerminkan kejenuhan masyarakat setelah rangkaian pemilu panjang di tahun 2024. 

"Setelah Pilpres dan Pileg, masyarakat cenderung ingin penyelesaian cepat. Mereka merasa salah satu pasangan, kemungkinan besar Ridwan Kamil-Suswono, akan memenangkan mayoritas suara dalam satu putaran," tambahnya.

Peluang di Tengah Undecided Voters 

Meski pasangan Ridwan Kamil-Suswono saat ini berada di puncak elektabilitas, 15,66 % undecided voters masih menjadi faktor penting yang dapat mengubah peta politik di minggu-minggu terakhir sebelum pemilihan.

Menurut Adi, undecided voters ini adalah sasaran yang bisa dimanfaatkan oleh pasangan Pramono Anung-Rano Karno.  

"Dengan masih adanya pemilih yang belum menentukan pilihan, ruang bagi perubahan tetap terbuka. Pasangan Pramono-Rano, meskipun tertinggal, masih bisa mengejar jika mereka dapat mengubah strategi kampanye mereka secara efektif dan fokus pada isu-isu yang relevan bagi pemilih undecided," ujar Adi.

Secara keseluruhan, hasil survei INSTRAT memberikan gambaran pasangan Ridwan Kamil-Suswono saat ini dalam posisi yang sangat kuat untuk memenangkan Pilkada DKI Jakarta.

Namun, dengan adanya undecided voters dan popularitas Rano Karno yang lebih tinggi dari Pramono Anung, pertarungan belum sepenuhnya berakhir. Kampanye efektif dalam beberapa minggu terakhir akan menjadi penentu akhir dari kontestasi politik ini. 

Ikuti saluran WartaKotaLive.Com di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaYZ6CQFsn0dfcPLvk09

Baca berita WartaKotalive.com lainnya di Google News 

Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved