Minggu, 12 April 2026

Berita Jakarta

Jakarta Tambah Macet, Heru Budi Hartono: Tak Bisa Sendiri, Harus Sama-sama

Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengatakan persoalan macet tak bisa diatasi sendiri, tapi harsu melibatkan kota satelit lain.

Penulis: Miftahul Munir | Editor: Valentino Verry
Wartakotalive/Miftahul Munir
Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengatakan persoalan macet tak bisa diatasi sendiriu, tapi harus melibatkan daerah aglomerasi lain. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Penjabat Gubernur DKI, Heru Budi Hartono menyampaikan penyelesaian masalah kemacetan di Jakarta tidak bisa dilakukan sendiri oleh Pemprov Jakarta.

Sebab, mayoritas pekerja di Jakarta merupakan warga dari Bogor, Tangerang, Depok dan Bekasi (Bodetabek).

"Jadi harus bersama-sama. Kadang-kadang saya agak berpikir diri saya sendiri, Menyelesaikan polusi," jelasnya, di SCBD, Jaksel, Selasa (8/10/2024).

Oleh karena itu, penyelesaian transportasi di Jakarta harus melibat pemerintah lain agar bisa mengurangi kemacetan.

Ia memberikan contoh, Dinas Perhubungan DKI, harus berkoordinasi dengan pemerintah Bogor karena TransJakarta cakupannya telah sampai sana.

Sehingga, kata Heru pemerintah daerah setempat harus membangun tempat parkir untuk menitipkan kendaraan warga yang naik transportasi umum.

Baca juga: Pesan Eks Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi ke Pram-Rano: Bereskan Banjir dan Macet

Baca juga: Pengamat: Warga Jakarta Butuh Pemimpin yang Bisa Tegas Atasi Macet Hingga Tata Ruang

"Menyelesaikan kemacetan Jakarta, tidak hanya bisa Jakarta sendiri. Karena masyarakatnya adalah dari Bogor, Bekasi, Tangerang, Depok. Kenapa DKI saja yang dibahasa, Jawanya kuyuk-kuyuk, apa bahasa Indonesia ya? Terus didesak, untuk bisa, Transjakarta beralih kepada non-fosil ya, dari listrik. Tidak, presentasinya kecil sekali untuk mengatasi polusi. Harusnya bisa seluruhnya," imbuhnya.

Heru menerangkan, Pemprov DKI membeli Bus TransJakarta listrik setial tahunnya sebanyak 250 unit.

"Yang lintas Jakarta, itu juga sama kebijakannya dengan DKI Jakarta. Berikutnya juga, terkait juga dengan pertumbuhan real estate atau property," singkatnya. 

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News

Ikuti saluran WartaKotaLive.Com di WhatsApp: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaYZ6CQFsn0dfcPLvk09

 

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved