Rabu, 8 April 2026

Gempa Bumi

Warga Kabupaten Bekasi Diminta Waspada Gempa Bumi Megathrust

Warga Kabupaten Bekasi Diminta Waspada Gempa Bumi Megathrust. Pemkab Keluarkan Edaran

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Budi Sam Law Malau
Sriwijaya Post
Potensi daerah landaan dan ketinggian tsunami jika zona megathrust dari Bengkulu, Selat Sunda, dan selatan Jawa Barat mengalami gempa. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, Jawa Barat mengeluarkan imbauan kepada warga untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan mitigasi bencana gempa bumi megathrust Selat Sunda. Imbauan itu tertuang dalam Surat Edaran bernomor BC.03.01/SE-99/BPBD/2024 yang dikeluarkan Senin (9/9/2024). 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, Jawa Barat mengeluarkan imbauan kepada warga untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan mitigasi bencana gempa bumi megathrust Selat Sunda.

Imbauan itu tertuang dalam Surat Edaran bernomor BC.03.01/SE-99/BPBD/2024 yang dikeluarkan Senin (9/9/2024).

Surat ini telah disebarkan kepada seluruh perangkat daerah, pelaku usaha, komunitas pegiat lingkungan, serta camat dan lurah.

PenJabat Bupati Bekasi, Dedy Supriyadi, menyatakan surat edaran ini dikeluarkan menyusul surat edaran dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat nomor 128/PB.01.03/BPBD yang terbit pada 2 September 2024.

Dirinya meminta agar seluruh perangkat daerah, camat, lurah dan kepala desa untuk melakukan sosialisasi atas imbauan itu kepada masyarakat.

"Surat edaran berisikan imbauan itu sudah kami sebar dan diharapkan ini menjadi perhatian bersama," kata Dedy di Cikarang pada Kamis (12/9/2024).

Baca juga: BMKG Bantah Isu Viral Tiktok Soal Jakarta Akan Lumpuh Karena Gempa Megathrust

Dedy melanjutkan, berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), gempa megatrust Selat Sunda merupakan bencana yang tidak dapat diprediksi.

Oleh karena itu, pihaknya meminta agar dilakukan kesiapsiagaan mitigasi bencana.

Mitigasi struktural maupun non struktural dengan membangun bangunan aman gempa.

"Lalu merencanakan tata ruang yang aman dan membangun kapasitas masyarakat melakukan aksi dini untuk selamat jika gempa bumi terjadi,” ucap Dedy.

Dedy menjelaskan, langkah-langkah kesiapsiagaan iti meliputi penyediaan papan informasi, rambu jalur evakuasi, tempat evakuasi sementara, dan pembangunan Early Warning System (EWS) atau sistem peringatan dini berbasis kearifan lokal seperti kentongan, speaker masjid, dan alarm.

“Kembali cek alat-alat peringatan dini dan sistem komunikasi kebencanaan dan pastikan rambu-rambu serta arah jalur tempat evakuasi yang memadai,” tambahnya.

Baca juga: Rasakan Getaran Gempa Bumi di Garut, Anak Laki-laki Hengky Kurniawan Sigap Selamatkan Adik Perempuan

Meski gempa bumi megatrust tidak dapat diprediksi, pihaknya bersama para relawan kebencanaan terus berupaya menggencarkan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, termasuk dengan melakukan simulasi penyelamatan diri saat terjadi gempa bumi dan tsunami.

Tujuannya agar masyarakat semakin paham akan risiko bencana.

“Tingkatkan koordinasi kesiapan mekanisme kedaruratan dan lakukan simulasi rencana kontingensi untuk menghadapi bencana bersama stakeholder lain,” kata Dedy. (MAZ) 

Ikuti saluran WartaKotaLive.Com di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaYZ6CQFsn0dfcPLvk09

Baca berita WartaKotalive.com lainnya di Google News 

 


 
 
 
 

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved