Kamis, 9 April 2026

Jubir RIDO Akui Ada Warga yang Sangsi Program Hunian Vertikal di Jakarta

Bacagub dan Bacawagub DKI Jakarta Ridwan Kamil dan Suswono (RIDO) berharap dapat mengatasi persoalan warga Jakarta dalam memiliki hunian.

Editor: Lucky Oktaviano
Wartakotalive/Alfian Firmansyah
Pasangan Cagub/cawagub DKI Jakarta, Ridwan Kamil-Suswono saat menjalani tes kesehatan di RSUD Tarakan, Cideng Gambir Jakarta Pusat, pada Sabtu (31/8/2024). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Bakal calon pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ridwan Kamil dan Suswono (RIDO) berharap dapat mengatasi persoalan warga Jakarta dalam memiliki hunian. 

Solusi yang ditawarkan adalah dengan cara membangun hunian vertikal

Juru Bicara RIDO, Mulya Amri tak menampik adanya warga yang menyangsikan rencana pembangunan hunian vertikal

“Hunian vertikal di pusat kota Jakarta sering dianggap orang kurang masuk akal, tetapi sebetulnya sangat masuk akal karena di pusat kota yang mahal adalah lahannya,” jelas Mulya, Selasa (10/9/2024). 

Selanjutnya, Mulya menjelaskan bahwa biaya konstruksi antara pembangunan di pusat kota maupun di pedesaan sama saja. Maka faktor yang dapat diakali adalah terkait dengan mengurangi biaya tanah. 

Menurut Mulya, biaya tanah ini bisa dikurangi dengan menambah jumlah unit di atas lahan yang dibangun, juga dengan menggunakan lahan milik Pemprov DKI. 

“Pemprov DKI punya banyak lahan di pusat kota yang bisa dimanfaatkan untuk hunian vertikal, seperti pasar, stasiun, terminal. Ini konsep simbiosis mutualisme juga karena pasar butuh pembeli yang berasal dari warga dan warga butuh pasar," ucap Mulya.

Jika lahan yang digunakan merupakan milik Pemda maka hampir dipastikan tidak akan ada biaya yang dikeluarkan untuk membeli lahan. Hal ini akan memberikan dampak positif yaitu terjangkaunya harga yang bisa dijajakan untuk warga. 

Terlebih, Mulya mengatakan konsep hunian vertikal ini sudah ada contohnya di luar negeri, seperti di Hongkong dan Jepang. 

Menurut Mulya, program hunian vertikal ini menghadirkan banyak manfaat. Selain bisa kembali mengumpulkan sanak saudara di Jakarta, program ini juga akan mengurangi kemacetan dan polusi udara.

"Tentunya kalau kita bisa bawa kembali teman-teman untuk tinggal di pusat kota, dampaknya nanti kemacetan akan berkurang, polusi akan berkurang, seperti itu," ucapnya. (Anniza Meina Purbowati)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved