Segini Harta Saaih Halilintar yang Gagal ke PON Karena Tak Punya NPWP
Publik dihebohkan dengan salah satu anak dari Gen Halilintar, Saaih Halilintar yang gagal ikut PON XXI lantaran tak memiliki NPWP
WARTAKOTALIVE.COM - Publik dihebohkan dengan salah satu anak dari Gen Halilintar, Saaih Halilintar yang gagal ikut Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI lantaran tak memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).
Saaih Halilintar gagal mewakili Banten dalam cabang olahraga golf di Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI yang akan digelar pada 9 hingga 20 September 2024, meskipun telah lolos kualifikasi.
Adik Atta Halilintar itu tidak bisa turut serta dalam PON XXI karena masalah administrasi.
Misalnya saja Saaih tidak memiliki NPWP, BPJS, serta masih KTP DKI Jakarta.
Saaih baru menyerahkan NPWP dan BPJS pada 1 Agustus 2024 di mana waktu terakhir pengumpulan administrasi Juli 2024.
Publik pun bertanya-tanya mengapa influencer sekelas Gen Halilintar tidak memiliki NPWP.
Padahal NPWP adalah salah satu syarat untuk membuktikan wajib pajak.
Pun usia Saaih Halilintar juga sudah mencapai 22 tahun dan sudah bekerja sebagai influencer sedari usia dini.
Harta keluarga Gen Halilintar pun disorot. Dikutip dari situs Net Worth Spot, Gen Halilintar diperkirakan memiliki harta kekayaan bersih sebesar USD 8,43 juta atau setara dengan Rp130,6 miliar hanya dari aktivitas mereka sebagai content creator di YouTube.
Baca juga: Diduga Ancam Culik Wartawan, Pengawal YouTuber Atta Halilintar Dilaporkan Wartawan ke Polisi
Belum lagi seperti dimuat Kompas.com Gen Halilintar masih memiliki royalti berjalan dari buku.
Buku tersebut berjudul Kesebelasan Gen Halilintar: My Family My Team dan terbit pada awal 2015.
Buku itu juga membawa mereka pada popularitas mereka di televisi.
Selain itu Gen Halilintar juga menekuni bisnis butik dan kafe di Prancis serta peternakan kambing di Australia.
Dahulu kala mereka pindah ke Malaysia karena mengalami masalah ekonomi di Indonesia.
Halilintar memboyong Lenggogeni dan anak-anaknya dalam melakukan perjalanan bisnis ke lebih dari 100 negara tanpa dibantu asisten rumah tangga.
Itu sebabnya mereka sering menetap di negara berbeda-beda.
(Wartakotalive.com/DES/Kompas.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/saaih-halilintar-sekolah.jpg)