Berita Jakarta
Pemprov DKI Jakarta Kritik Sikap KAI soal Pemanfaatan Lahan Eks Kebakaran Manggarai
Pemerintah DKI Jakarta mengkritik sikap PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang dianggap kurang responsif terkait nasib warga korban kebakaran Manggarai.
Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Junianto Hamonangan
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pemerintah DKI Jakarta mengkritik sikap PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang dianggap kurang responsif.
Perusahaan negara itu dianggap pasif ketika diajak berdialog tentang pemanfaatan lahan eks kebakaran di RW 06 dan RW 12 di Jalan Dr Saharjo, Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan.
"Tanya dengan PT Kereta Api (KAI), karena tanah mereka. Kami Pemda DKI namanya warga kena musibah, kami berikan tempat tinggal sementara," kata Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono saat memberikan 450 bantuan sembako kepada korban kebakaran, Senin (9/9/2024).
Heru mengatakan, Pemprov DKI lewat Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan telah meminta kejelasan dari KAI soal pemanfaatan lahan itu ke depannya.
Pemerintah juga sempat meminta kepada perseroan agar turut membantu untuk meringankan beban para korban kebakaran.
"Akhirnya ditampung oleh Dirut Pasar Jaya (Agus Himawan) untuk sewanya selama tiga bulan. Pak Wali (Munjirin) sudah tiga kali undang rapat (KAI)," imbuhnya.
Baca juga: Sudin Dukcapil Jaksel Cetak Ulang Ratusan Dokumen Kependudukan Korban Kebakaran Manggarai
Menurut dia, 450 korban kebakaran itu sudah direlokasi ke Rusun Pasar Rumput yang dikelola Perumda Pasar Jaya.
Selama tiga bulan, sejak kebakaran pada 13 Agustus lalu, mereka dibebaskan menempati hunian tersebut tanpa dipungut biaya.
Untuk hunian warga yang terbakar, Heru menyerahkan persoalan itu kepada PT KAI selaku pemilik lahan.
Pemerintah daerah juga sudah berusaha menggelar audiensi untuk membahas nasib para korban kebakaran di sana.
"Saya sudah fasilitasi (audiensi) tapi sepertinya PT KAI kurang respon. Tanah (bekas kebakaran milik) kan punya PT KAI," tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Heru juga meminta masyarakat untuk mewaspadai musibah kebakaran. Misalnya dengan rutin mengecek kabel aliran listrik, selang dan regulator gas dan sebagainya.
"Ya memang cuaca panas, semuanya harus lebih care (peduli) lah. Kalau meninggalkan rumah harus cek listrik, lampu," ucapnya.
Perumda Pasar Jaya menyediakan sebanyak 689 unit kamar di menara tiga untuk menampung para penyintas kebakaran Manggarai pada 13 Agustus lalu.
Diketahui, ada 683 bangunan rumah dan rumah semi terbakar di Manggarai, dan musibah ini merugikan 3.043 jiwa atau 1.050 KK. (faf)
Baca berita Wartakotalive.com lainnya di WhatsApp.
Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.
| 20 RW Kumuh Jakarta Masuk Prioritas Kurban 2026, Distribusi Kini Lebih Presisi |
|
|---|
| KSOP Tanjung Priok Uji Respons Darurat Tumpahan Minyak, Libatkan 30 Stakeholder Pelabuhan |
|
|---|
| Kumpulkan Lurah dan Camat se-Jaktim, Ini Arahan Munjirin Soal Penanganan Sampah |
|
|---|
| Pramono Tegaskan Jakarta Masih Berstatus Ibu Kota Negara, Ini Alasannya |
|
|---|
| KemenHAM DKI dan BNNP Jakarta Turun Tangan, Manggarai Dibidik Jadi Kampung Bebas Narkoba |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Heru-Budi-Hartono-bertemu-warga-Manggarai-Senin-992024.jpg)