Berita Jakarta
Transfer Teknologi Berjalan Baik, DPRD DKI Bangga Anak Bangsa Terlibat Proyek MRT Jakarta
Anggota DPRD DKI Jakarta Simon Lamakadu mengapresiasi progres pembangunan jalur MRT Fase 2A dengan rute dari Jalan Thamrin hingga Jakarta Kota.
Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Junianto Hamonangan
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Anggota DPRD DKI Jakarta Simon Lamakadu mengapresiasi progres pembangunan jalur MRT Fase 2A dari Jalan Thamrin hingga Jakarta Kota.
Dia mengaku bangga kepada anak bangsa yang turut andil dalam pembangunan MRT Fase 2A.
Hal itu disampaikan Simon usai mengunjungi Proyek MRT Jakarta Fase 2 di Situs Proyek CP201 Stasiun MRT Monas. Apalagi proyek Fase 2A ini ditargetkan beroperasi di tahun 2027.
“Salah satu hal yang membanggakan, adalah project ini dikerjakan oleh Putra-Putri Indonesia,” ujar Simon, Kamis (22/8/2024).
Menurut dia, keterlibatan anak bangsa dalam proyek tersebut membuktikan bahwa proses alih teknologi ke para pekerja Indonesia dalam proyek itu berjalan lancar.
Anak bangsa sukses mengoperasikan pekerjaan pembuatan jalur bawah tanah untuk kereta MRT.
“Hal ini membuktikan bahwa proses transfer teknologi dari pihak Jepang berjalan dengan baik, dan anak-anak bangsa ini memiliki kompetensi untuk mengerjakan proyek-proyek besar,” jelasnya.
Sementara itu MRT Jakarta memastikan tak menggunakan dana APBD maupun APBN untuk pengembangan kawasan di sekitar stasiun MRT.
Upaya-upaya yang berkaitan dengan pengembangan kawasan akan memakai skema pembiayaan kreatif yang tidak menggunakan dana APBD dan atau APBN.
Baca juga: Jumlah Penumpang MRT Jakarta Tembus 200 Ribu Lebih saat Perayaan HUT Ke-497 Jakarta
“Kami coba meng-create dari inovasi anak-anak muda MRT Jakarta sehingga ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk bisa mengalokasikan dana ke area vital lainnya,” kata Direktur Utama PT MRT Jakarta Tuhiyat.
Fase 1 MRT Jakarta dibangun dengan pendanaan yang didukung oleh Japan International Cooperation Agency (JICA).
Besaran dukungan dana untuk membiayai proyek fase dari Lebak Bulus hingga Bundaran HI ini sebesar 125 miliar Yen atau setara dengan Rp 16 triliun.
Lalu, fase 2A MRT Jakarta dibangun dengan biaya sekitar Rp 22,5 triliun melalui dana pinjaman kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Jepang melalui JICA.
PT MRT Jakarta mendapatkan perintah dari Pemerintah DKI Jakarta untuk membangun kawasan-kawasan yang menjadi tumpuan konektivitas, yaitu antara moda transportasi dengan bangunan dan moda transportasi dengan ruang terbuka.
Tuhiyat mengatakan MRT Jakarta terus melakukan perbaikan agar moda bisa tiba tepat waktu.
| Bukan Plesiran, Rano Karno Ungkap Kunjungan ke Malaysia Sukses Gaet Bin Zayed Group |
|
|---|
| Rano Karno Resmikan IPA Portabel di Semanan Jakbar, Mampu Layani 400 Rumah |
|
|---|
| Program Mudik ke Jakarta Pemprov DKI Dorong Pertumbuhan Pariwisata dan Berimbas Positif Pada Mitra |
|
|---|
| Imbas Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo, Rano Karno Soroti Keselamatan Perlintasan Sebidang di Jakarta |
|
|---|
| Jakarta Bidik Layanan Air 100 Persen, Bin Zayed Siap Jajaki Investasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Perjalanan-MRT-Jakarta-kembali-bisa-berjalan56.jpg)