Senin, 27 April 2026

PBNU Vs PKB

Motif Tersembunyi PBNU Rongrong PKB Dipertanyakan

Motif Tersembunyi PBNU Rongrong PKB Dipertanyakan. Perseteruan antara PKB dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) santer terdengar belakangan

Warta Kota/Yolanda Putri Dewanti
Sejumlah massa yang mengatasnamakan Aliansi Santri Gus Dur menggelar aksi di depan Gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jalan Kramat Raya, Kenari, Senen, Jakarta Pusat, Jumat (2/8/2024). Perseteruan antara Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) santer terdengar belakangan ini. Kini, muncul pertanyaan motif tersembunyi PBNU merongrong partai yang dikomandoi Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin tersebut. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Perseteruan antara Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) santer terdengar belakangan ini. 

Kini, muncul pertanyaan motif tersembunyi PBNU merongrong partai yang dikomandoi Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin tersebut.

Pengamat politik Hendri Satrio mengatakan, sebagai organisasi masyarakat (ormas), PBNU seharusnya fokus mengurus umat alih-alih terjun ke dalam politik praktis dan mengobok-obok PKB.

"Harusnya stay di jalur umat, mengurus umat, tidak berpolitik. Biarkan PKB berpolitik," kata Hendri Satrio kepada awak media di Jakarta, Jumat (8/8/2024).

Menurut Hendri, PKB telah menjadi partai besar seperti sekarang ini tidak lain karena hasil dari pengelolaan yang baik. 

PBNU, lanjut Hendri, idealnya mendukung dan bekerja sama dengan PKB untuk menyampaikan aspirasi rakyat.

Baca juga: Usaha PKB Serang Balik PBNU Terkait Kisruh, Sindir Tiba-tiba Jadi Gila Hormat

"Karena jalurnya PBNU untuk masuk politik itu lewat PKB. Tapi, untuk berpolitik praktis itu tidak ada," ujar dia.

Hendri juga menyoroti respons PBNU melalui GP Ansor yang terkesan resisten ketika menghadapi demonstrasi di depan Kantor PBNU, Salemba, Jakarta Pusat.

 Dia menyebut respons tersebut melewati batas.

"Ada pengerahan Banser, Ansor, kalau datang mau digebuk. Polisi aja enggak main gebuk begitu," ucapnya.

"Sebaiknya, lebih bijaknya PBNU dalam mengurus umat. Kalau sekarang dapat konsesi tambang, mengurus tambangnya untuk umat," ungkapnya.

Sebagai informasi, perseteruan PKB dan PBNU berawal dari dibentuknya Pansus Angket Haji di DPR RI.

 Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, menilai pembentukan pansus ini diiringi dengan motif pribadi.

Pernyataan tersebut lalu dibantah oleh banyak pihak.

Dihajar

Sumber: WartaKota
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved