Selasa, 28 April 2026

Pilkada Jakarta

Anies Baswedan Terancam Batal Maju Pilkada Jakarta, Ini Alasannya!

Belum Jelas Dapat Dukungan Parpol, Anies Baswedan Terancam Batal Maju Pilkada Jakarta

Editor: Joanita Ary
warta kota/alfian
Anies Baswedan dikabarkan terancam tidak mendapatkan tiket untuk maju pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jakarta 2024 sebagai bakal calon gubernur. 

WARTAKOTALIVECOM, Jakarta -- Anies Baswedan dikabarkan terancam tidak mendapatkan tiket untuk maju pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jakarta 2024 sebagai bakal calon gubernur.

Anies yang sebelumnya sudah mendapatkan dukungan dari beberapa partai politik (parpol), antara lain Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Nasdem.

Tingginya elektabilitas Anies di Jakarta membuat sejumlah parpol tersebut awalnya tertarik untuk mendukungnya.

Dan berdasarkan hasil survei Litbang Kompas, elektabilitas Anies sebesar 29,8 persen.

Akan tetapi, politik justru bergeser menjelang pendaftaran calon gubernur (cagub) dan wakil gubernur (wagub) Jakarta di Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI pada akhir Agustus 2024.

Sikap Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Nasdem memberi sinyal batal mendukung Anies menjadi bakal calon gubernur Jakarta pada Pilkada 2024.

Hal  ini dikatakan juga oleh Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.

"Semua serba mungkin," kata Jazilul

Menurut Jazilul semua kemungkinan itu bisa terjad, terlebih apabila PKB memutuskan bergabung ke barisan Koalisi Indonesia Maju (KIM) pada Pilkada Jakarta.

Jazilul mengatakan, PKB sudah menerima tawaran untuk bergabung ke KIM dan tengah mempertimbangkan tawaran itu.

"Kita pertimbangkan, kita pertimbangkan. Kan sudah ada tawaran, PKB akan mempertimbangkan untuk kebaikan Jakarta, kebaikan Indonesia," ujar Jazilul.

Dan senada dengan PKB, Nasdem juga memberikan sinyal menarik diri mendukung Anies dalam konstetasi politik daerah Jakarta pada tahun ini.

Sinyal itu dimunculkan pertama kali oleh Bendahara Umum Partai Nasdem Ahmad Sahroni pada 25 Juli 2024.

Sahroni mengingatkan bahwa politik bersifat dinamis sehingga apa pun rekomendasi yang dikeluarkan oleh sebuah partai masih sangat mungkin untuk berubah.

"Kan politik itu sangat dinamis ya. Kan bukan berarti pada putusan-putusan final terkait dengan rekomendasi misalnya, itu bisa saja berubah. Tapi kita enggak tahu proses dinamika politik yang akan berjalan selanjutnya," ujar Sahroni di Nasdem Tower, Jakarta.

 

 

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved