Sabtu, 11 April 2026

Berita Video

VIDEO Pimpinan Dibunuh, Hamas: Mati Satu Tumbuh 1000

Pejabat Hamas Khaled Mashaal menyampaikan pidato menggebu-gebu di tengah upacara pemakaman Kepala Biro Politik Hamas, Ismail Haniyeh.

Penulis: Desy Selviany | Editor: Fredderix Luttex

WARTAKOTALIVE.COM--Pejabat Hamas Khaled Mashaal menyampaikan pidato menggebu-gebu di tengah upacara pemakaman Kepala Biro Politik Hamas, Ismail Haniyeh.

Dalam pidatonya Khaled Mashaal memberikan pesan tegas untuk Israel atas tindakan pembunuhan yang dilakukan terhadap pimpinan hamas tersebut.

Kepala gerakan Hamas di luar negeri, itu menegaskan kembali bahwa gerakan tersebut “tidak akan mengakui Israel”.

Menurut Khaled Meshaal, pembunuhan terhadap salah satu Pemimpin Hamas, malah akan membuat rakyat Palestina lebih kuat.

“Membunuh salah satu pemimpin kami hanya akan membuat rakyat kami lebih kuat," ungkapnya, Jumat (2/8/2024), dikutip dari MEMO.

Khaled Meshaal menegaskan bahwa Hamas tidak akan berkompromi dengan Israel.

Di mana Hamas tetap akan melakukan perlawanan untuk memulihkan hak-hak warga Palestina.

“Kami tidak akan berkompromi dengan prinsip-prinsip kami, dan kami juga tidak akan mengakui Israel."

"Rakyat kami akan tetap berkomitmen pada persatuan nasional kami dan akan mengikuti jalan jihad, perlawanan, dan pemulihan hak-hak kami," tegasnya.

Baca juga: Inilah Kata-kata Terakhir Ismail Haniyeh ke Pemimpin Tertinggi Iran, Beberapa Jam Sebelum Wafat

Ia lantas menyebut pembunuhan yang dilakukan Israel terhadap pemimpin Hamas menjadi bukti negara zionis tersebut tidak belajar dari konflik Israel Palestina.

Di aman selama 100 tahun lamanya, Israel kerap membunuh para pemimpin Palestina. Namun kata Khaled, setiap pemimpin yang terbunuh maka pemimpin lain akan datang dan membuat rakyat lebih kuat.

Menurutnya darah para martir syuhada itu akan membuat rakyat Palestina lebih dekat menuju kemenangan.

Baca juga: Imam Masjid Al-Aqsa gegara Ditangkap Polisi Israel Usaii Sebut Ismail Haniyeh Mati Sebagai Martir

“Musuh tidak tahu bahwa kami hidup sebagai mujahidin, bahwa kami menemui Tuhan kami sebagai syuhada, dan kami pandai menghidupkan dan mematikan atas perintah Tuhan,” imbuh Meshaal.

“Kehilangan saudara kita (Haniyeh) sangat besar, tetapi musuh kita tidak tahu bahwa darah para martir memperpendek jalan menuju kebebasan dan kemenangan," lanjutnya.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved