Minggu, 3 Mei 2026

Pembunuhan

Wartawan Sekeluarga Tewas di Sumut, Hasil Autopsi Kepala Meletus, Isi Perut Terburai, Ini Kata DPR

Berita mengerikan datang dari Sumatra Utara (Sumut), akibat sering memberitakan judi online, seorang wartawan bersama keluarganya tewas dibakar.

Tayang:
Editor: Valentino Verry
Istimewa
Anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil mendesak Polri membentuk tim khusus untuk mengungkap kasus pembunuhan wartawan tewas sekeluarga di Sumut. 

WARTAKOTALIVE.COM, SUMUT - Publik dikejutkan dengan berita sadis dari Sumatra Utara (Sumut), seorang wartawan bersama istri dan dua anaknya tewas dalam kondisi mengerikan.

Wartawan media online tersebut bernama Rico Sempurna Pasaribu, bersama keluarganya tewas saat kebakaran di rumah mereka di Jalan Nabung Surbakti, Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatra Utara, Kamis (27/6/2024).

Baca juga: Wartawan Sekeluarga Tewas di Sumut, Brigjen Trunoyudo: Mabes Polri Beri Asistensi ke Polda Sumut

Baru-baru ini Polda Sumut merilis hasil autopsi pihaknya yang cukup mengerikan.

Berdasarkan ulasan Tribunnews.com, Rico Sempurna Pasaribu dipastikan terbakar dalam keadaan hidup bersama tiga anggota keluarganya ketika rumahnya dibakar dua eksekutor pada dini hari.

Diketahui saat jasad Rico Sempurna Pasaribu kondisinya cukup memprihatinkan, usus korban disebut terburai.

Sempurna Pasaribu diketahui tewas terpanggang besama tiga anggota keluarganya yakni sang istri Elfrida Ginting (48), sang anak Sudi Investi Pasaribu (12), serta sang cucu Loin Situngkir (2).

Keempat korban meninggal dunia setelah rumah yang mereka huni di Jalan Nabung Surbakti, Kabanjahe, Karo, Sumatera Utara dibakar Rudi Apri Sembiring (R) dan Yunus Syahputra Tanjung (Y).

Baca juga: Dewan Pers Minta Panglima dan Pangdam Mengusut Kasus Tewasnya Wartawan dan Keluarganya di Kabanjahe 

Kepastian korban meninggal terbakar hidup-hidup terungkap dari hasil autopsi yang diungkap Dokter Forensik RS Bhayangkara TK II Medan, dr Ismurizal SpF.

Ismurizal mengungkap sejumlah fakta terkait kematian Sempurna Pasaribu dan tiga anggota keluarganya.

Pertama, keempat korban masih hidup sebelum akhirnya meninggal terbakar.

Fakta ini diperkuat dengan temuan jelaga di saluran pernafasan dan pencernaan keempat korban.

"Keempat korban masih hidup sebelum meninggal terbakar. Keempatnya menghirup material kebakaran dikuatkan dengan ditemukannya jelaga di dalam tubuh korban," kata dr Ismurizal, Senin (8/7/2024).

Baca juga: Ratusan Wartawan Terjerat Judi Online, Menkominfo: yang Masih Pacaran Tolong Diingatkan

Kedua, keempat korban mengalami luka bakar maksimal dengan tingkatan atau grade 6.

Fakta ini terungkap dari hasil pemeriksaan organ dalam tubuh para korban.

Organ di dalam tubuh korban sudah keluar di beberapa bagian tubuhnya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved