Minggu, 3 Mei 2026

Kesehatan

Ini Pentingnya Deteksi Dini dan Pengobatan Terkini Diseksi Aorta atau Robeknya Pembuluh Darah

Mengenal lebih lanjut mengenai diseksi aorta, gejala, dan penanganannya. Diseksi aorta adalah robeknya salah satu lapisan pada pembuluh darah.

Tayang: | Diperbarui:
dok. https://www.siloamhospitals.com
Ilustrasi Diseksi Aorta. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Diseksi aorta adalah robeknya salah satu lapisan pada pembuluh darah besar yang biasa disebut pembuluh darah aorta.

Kondisi ini tergolong serius dan perlu mendapatkan penanganan medis sesegera mungkin.

Meskipun bisa menyerang siapa saja, namun terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan faktor risiko diseksi aorta seperti tekanan darah tinggi, riwayat keluarga dengan diseksi aorta, kebiasaan merokok, kelainan katup jantung, dan lansia.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai diseksi aorta, gejala, dan bagaimana penanganannya, berikut penjelasan dari dr. Dicky Aligheri, Sp.BTKV (K), FIHA, FICA, salah satu dokter spesialis bedah toraks kardiovaskular RS Siloam Lippo Village Karawaci.

Pengertian Aorta

Aorta merupakan pembuluh darah terbesar yang membawa darah yang mengandung oksigen dari jantung dan bertugas untuk mengalirkannya ke seluruh tubuh.

Terdapat beberapa struktur yang menyusun aorta, di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Aortic valve: Katup menuju aorta yang dapat membuka dan menutup untuk melepaskan darah keluar dari jantung.
  • Aortic root: Bagian aorta yang menempel pada jantung sekaligus struktur yang memiliki bagian paling luas dari aorta.
  • Ascending aorta: Bagian pertama yang keluar dari jantung.
  • Aortic arch: Lengkungan pada aorta sebagai penyambung antara ascending aorta dan descending aorta.
  • Descending aorta: Bagian aorta yang memanjang dari dada sampai ke area perut.

Fungsi Aorta

Dr. Dicky menyebutkan, sebagai pembuluh darah terbesar dan membawa aliran darah yang mengandung oksigen ke seluruh tubuh, fungsi aorta bisa dikatakan krusial bagi tubuh karena selain darah, zat-zat lain yang terbawa seperti nutrisi dan hormon juga dialirkan melalui aorta.

“Penting bagi kita untuk selalu menjaga fungsi jantung terutama aorta untuk mencegah terjadinya penyakit komplikasi akibat gangguan yang bisa dialami,” ujar dr. Dicky dalam keterangan resmi, Kamis (27/6/2024).

Penyebab Diseksi Aorta

Ia menjelaskan, penyakit ini sering kali disebabkan oleh adanya kelainan pada dinding aorta atau tekanan darah yang tinggi.

Beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya diseksi aorta antara lain hipertensi dimana tekanan darah yang konstan dan tidak terkontrol dapat menyebabkan lemahnya dinding aorta. Hal ini membuatnya lebih rentan terhadap robekan dan diseksi.

Penyebab lainnya adalah penyakit arteri koroner yang dapat menyebabkan pembentukan plak di dinding arteri, termasuk di aorta.

"Plak ini bisa menyebabkan kerapuhan dinding aorta dan meningkatkan risiko terjadinya diseksi," ucap dr. Dicky. 

Dr. Dicky Aligheri
Dr. Dicky Aligheri, Sp.BTKV (K), FIHA, FICA, dokter spesialis bedah toraks kardiovaskular RS Siloam Lippo Village Karawaci.
Sumber: WartaKota
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved