Kesehatan
Kenali Faktor Resiko Batu Empedu dan Metode ERCP Sebagai Pilihan Terapi Penderita Batu Empedu
Dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterology dr. Irsan sebut terapi ERCP merupakan metode pengobatan batu empedu yang minimal invasif.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Cholelithiasis atau yang sering disebut batu empedu merupakan kondisi medis akibat terbentuknya batu di dalam kantong empedu.
Salah satu gejala batu empedu yang paling umum terjadi adalah munculnya rasa nyeri pada perut bagian kanan atas secara mendadak. Bahkan, rasa nyeri tersebut juga dapat menjalar ke punggung dan bahu.
Dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterology RS Siloam MRCCC Semanggi (MRCCC), Dr. dr. Irsan Hasan, Sp.PD, KGEH, FINASIM, menjelaskan, batu empedu adalah kondisi ketika terbentuknya massa padat yang terdiri dari kristal dalam kantong empedu atau saluran empedu di dalam tubuh.
Kantong empedu adalah organ kecil yang berada di bawah hati dan berfungsi untuk menyimpan empedu yang diproduksi oleh hati.
"Batu empedu terbentuk ketika substansi seperti kolesterol, garam empedu, atau zat-zat lainnya tidak seimbang dalam empedu," ujar dr. Irsan dalam keterangan resmi, Sabtu (8/6/2024).
Dr. Irsan mengatakan, terdapat beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan terbentuknya batu empedu, antara lain obesitas, kehamilan, riwayat keluarga dengan masalah batu empedu, kebiasaan makan yang tidak sehat, dan penurunan berat badan yang cepat.
Kolesterol berlebihan
Batu empedu yang paling umum terdiri dari kolesterol yang berlebihan dalam empedu.
Kolesterol berlebihan dapat mengendap dan membentuk endapan yang kemudian menjadi batu empedu.
Ketidakseimbangan garam empedu
Garam empedu adalah zat yang diproduksi oleh hati untuk membantu empedu melarutkan lemak dalam makanan.
"Jika terjadi ketidakseimbangan produksi garam empedu, hal ini dapat menyebabkan batu empedu terbentuk," ucapnya.
Faktor genetik
Riwayat keluarga dengan masalah batu empedu dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami batu empedu.
Faktor genetik memainkan peran penting dalam kerentanan terhadap pembentukan batu empedu.
Dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroen
RS Siloam MRCCC Semanggi (MRCCC)
Dr. dr. Irsan Hasan
batu empedu
ERCP (Endoscopic Retrograde Cholangiopancreatograp
| Faktor Genetik Pengaruhi Risiko Jantung dan Tekanan Darah Tinggi |
|
|---|
| Ketum PERDOSRI: Pentingnya Perubahan Paradigma Layanan Kesehatan Menuju Pemulihan Fungsi |
|
|---|
| IDAI Rilis Panduan Mudik Sehat Bersama Anak, Vaksinasi Jadi Prioritas |
|
|---|
| Buku Saku 'Ngrumat' Diterbitkan, Terobosan Puskesmas Tanpa Dinding untuk Menjamah Pasien Tersisihkan |
|
|---|
| Masalah Kesehatan Perempuan Tak Hanya Reproduksi, Perlu Penanganan Menyeluruh Secara Holistik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/empedu_20180928_101821.jpg)