Jumat, 17 April 2026

Kesehatan

Kenali Faktor Resiko Batu Empedu dan Metode ERCP Sebagai Pilihan Terapi Penderita Batu Empedu

Dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterology dr. Irsan sebut terapi ERCP merupakan metode pengobatan batu empedu yang minimal invasif.

|
Lifealth
Ilustrasi sakit perut gara-gara batu empedu. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Cholelithiasis atau yang sering disebut batu empedu merupakan kondisi medis akibat terbentuknya batu di dalam kantong empedu.

Salah satu gejala batu empedu yang paling umum terjadi adalah munculnya rasa nyeri pada perut bagian kanan atas secara mendadak. Bahkan, rasa nyeri tersebut juga dapat menjalar ke punggung dan bahu.

Dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterology RS Siloam MRCCC Semanggi (MRCCC), Dr. dr. Irsan Hasan, Sp.PD, KGEH, FINASIM, menjelaskan, batu empedu adalah kondisi ketika terbentuknya massa padat yang terdiri dari kristal dalam kantong empedu atau saluran empedu di dalam tubuh.

Kantong empedu adalah organ kecil yang berada di bawah hati dan berfungsi untuk menyimpan empedu yang diproduksi oleh hati.

"Batu empedu terbentuk ketika substansi seperti kolesterol, garam empedu, atau zat-zat lainnya tidak seimbang dalam empedu," ujar dr. Irsan dalam keterangan resmi, Sabtu (8/6/2024).

Dr. dr. Irsan Hasan
Dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterology RS Siloam MRCCC Semanggi (MRCCC), Dr. dr. Irsan Hasan, Sp.PD, KGEH, FINASIM.

Dr. Irsan mengatakan, terdapat beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan terbentuknya batu empedu, antara lain obesitas, kehamilan, riwayat keluarga dengan masalah batu empedu, kebiasaan makan yang tidak sehat, dan penurunan berat badan yang cepat.

Kolesterol berlebihan

Batu empedu yang paling umum terdiri dari kolesterol yang berlebihan dalam empedu.

Kolesterol berlebihan dapat mengendap dan membentuk endapan yang kemudian menjadi batu empedu.

Ketidakseimbangan garam empedu

Garam empedu adalah zat yang diproduksi oleh hati untuk membantu empedu melarutkan lemak dalam makanan.

"Jika terjadi ketidakseimbangan produksi garam empedu, hal ini dapat menyebabkan batu empedu terbentuk," ucapnya.

Faktor genetik

Riwayat keluarga dengan masalah batu empedu dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami batu empedu.

Faktor genetik memainkan peran penting dalam kerentanan terhadap pembentukan batu empedu.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved