Wabah DBD

Wabah DBD Mencekam, Pasien di RSUD Ciracas Meningkat Hingga 50 Persen

Memasuki musim kemarau ini wabah demam berdarah dengue (DBD) makin parah. Ini bisa dilihat dengan jumlah pasien yang cenderung naik di rumah sakit.

Penulis: Rendy Rutama | Editor: Valentino Verry
istimewa
Kepala Seksi Pelayanan Medis dan Keperawatan RSUD Ciracas, Fetty Nilamsari, mengatakan jumlah pasien DBD cenderung naik, karena itu perlu ada langkah nyata membasmi nyamuk aedes aegypti. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Jumlah pasien demam berdarah dengue (DBD) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciracas, Jakarta Timur mengalami peningkatan.

Kepala Seksi Pelayanan Medis dan Keperawatan RSUD Ciracas Fetty Nilamsari mengatakan terhitung Januari hingga Mei 2024, jumlah kasus DBD meningkat sekira 30-50 persen.

Baca juga: Wabah DBD di Karawang Makin Mengkhawatirkan, 748 Warga Terjangkit dan Enam Meninggal

Para pasien yang mengalami penyakit DBD tidak hanya dari kalangan anak-anak saja, melainkan juga orang dewasa.

"Pada Januari jumlah pasien DBD mencapai 17 orang, Februari ada 28 pasien DBD, Maret berjumlah 35 pasien DBD, April yakni 40 kasus DBD dan Mei 2024 saat ini 40 kasus DBD," kata Fetty, Kamis (30/5/2024).

Fetty menuturkan peningkatan itu disebabkan musim pancaroba. Maksudnya, siklus musim hujan dan kemarau yang naik turun.

"Sekarang seimbang ada pasien anak dan dewasa. Jadi tak bisa kami sebutkan bahwa pasien anak lebih banyak," lugasnya.

Fetty menuturkan pasien yang datang ke RSUD Ciracas didominasi mengalami gejala demam sekira tiga sampai lima hari dengan keluhan tubuh lemas, mual dan muntah.

Baca juga: Kasus DBD di RSUD Tamansari hingga Mei 2024 Capai Ratusan, 60 Persen Usia SD-SMP

Terkait penanganan terhadap pasien yang mengalami gejala seperti itu, pihak RSUD Ciracas langsung melakukan pemeriksaan trombosit.

“Biasanya hari ketiga demam dan trombositnya sekitar 200 ribu, namun pada hari keempat dan kelima turun sekitar 50 ribu. Pasien yang trombositnya turun hingga 150 ribu langsung kami tindaklanjuti dengan pemberian cairan infus," tuturnya.

Walaupun mengalami peningkatan, Fetty menegaskan tidak ada data pasien hingga meninggal dunia akibat penyakit yang disebabkan oleh nyamuk Aedes Aegypti tersebut.

"Di rumah sakit ini kami menerima sekitar 97 persen pasien BPJS, sementara sisanya pasien umum," tegasnya.

Akhir penjelasan, Fetty mengimgau agar masyarakat rutin melakukan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air, dan mendaur ulang barang serta menanam tanaman yang dapat menangkal nyamuk di rumah.

"Hal ini lantaran penyebaran penyakit DBD melalui jentik nyamuk. Kami minta masyarakat menjaga stamina dan menjaga kebersihan lingkungan. Kalau ada gejala DBD segera datang ke rumah sakit agar segera ditangani," ucapnya.

Sebagai informasi, Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mencatat kasus DBD di Jakarta mencapai 7.142 orang sejak awal 2024 hingga 14 Mei 2024.

Berdasarkan jumlah itu, 15 orang tercatat meninggal dunia.

Hal ini terjadi penurunan jumlah kasus DBD dibandingkan April 2024 yang puncaknya mencapai 3.132 kasus.

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News

Ikuti saluran WartaKotaLive.Com di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaYZ6CQFsn0dfcPLvk09

Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved