Berita Nasional
Publik Bingung pada Pidato Megawati, Pengamat: Sikap PDIP Jelas, Mereka Mengecam Pilpres
Pidato Megawati Soekarnoputri bikin bingung masyarakat terkait sikap politiknya terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran.
Penulis: Yolanda Putri Dewanti | Editor: Valentino Verry
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pengamat politik Ray Rangkuti menyebut bahwa sikap Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sudah jelas terlihat dari pidato politik Megawati Soekarnoputri saat membuka rapat kerja nasional (rakernas), Jumat (24/5/2024) lalu.
Menurut Ray, dari pidato Megawati sudah sangat jelas mengatakan bahwa PDIP bakal berada di luar pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Baca juga: Pidato Megawati di Rakernas Dinilai Jadi Isyarat PDIP Bakal Jadi Oposisi Prabowo
Sebab, Ketua Umum PDIP tersebut menyebut, berpolitik tidak melulu mencari zona nyaman.
"Bahwa PDIP tidak menyatakan dan berbuat yang mengarah kepada bergabungnya dengan koalisi Prabowo, dan disertai pidato ibu Mega yang mengecam Pilpres kemarin sebagai Pilpres terburuk," ucap Ray kepada Wartakotalive.com, Rabu (29/5/2024).
"Banyak kecurangan yang bersifat TSM (terstruktur, sistematis, massif) dan pelibatan kekuasaan, lebih dari cukup untuk menyatakan bahwa PDIP berada di jalur oposisi," imbuhnya.
Ray menyebut, meski dalam pidato Megawati tak resmi menyatakan bahwa partai berlogo banteng hitam itu akan ada di barisan oposisi.
Baca juga: Sikap Politik PDIP Masih Mengambang soal Oposisi atau Koalisi, Pengamat: Kuatnya Pengaruh Jokowi
"Sebab, kata oposisi dalam pandangan PDIP itu tidak ada," ujarnya.
"Tapi kenyataan bahwa mereka tidak bergabung dengan koalisi pak Prabowo, secara defenitif sudah disebut sebagai oposisi," tegas Ray Rangkuti.
Sebagaimana diketahui, dalam pidato politiknya, Megawati tidak secara gamblang menyebut sikap PDIP terkait pemerintahan ke depan.
Namun, Megawati memang mengkritisi banyak hal dari pemerintahan.
Mulai dari pelaksanaan pemilihan umum (Pemliu) 2024 yang penuh kecurangan, keterlibatan TNI-Polri dalam politik praktis, dan watak kepemimpinan yang otoriter dan buruk, membuat hukum jadi pembenar demi ambisi kekuasaan.
Kemudian, mengkritik proses revisi UU MK dan Penyiaran sampai menyinggung soal kabinet yang terlalu gemuk di samping tentu menyebut soal perlakuan yang diterima PDIP selama ini.
Megawati juga meminta semua kader PDIP tetap kritis dan merumuskan sikap partai terhadap kebijakan pemerintahan ke depan.
Dia menekankan bahwa Indonesia harus bisa berdiri pada kaki sendiri karena negara ini punya modal yang kuat.
Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News
Ikuti saluran WartaKotaLive.Com di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaYZ6CQFsn0dfcPLvk09
| Densus 88 Anti Teror Polri Tangkap 8 Orang Terduga Teroris Jaringan JAD |
|
|---|
| Gus Ipul Skakmat Amien Rais, Sebut Sosok Tak Bisa Dipercaya Terkait Kritik ke Prabowo dan Teddy |
|
|---|
| Diterpa Isu Dicopot, Kepala BGN Dadan Hindayana Tegaskan Fokus Jalankan Amanah Presiden Prabowo |
|
|---|
| Ojol Jadi Garda Terdepan Keselamatan, Kakorlantas: Bukan Sekadar Pengemudi, Tapi Teladan di Jalan |
|
|---|
| Oditur Militer Permasalahkan Andrie Yunus Telanjang Bulat Atau Tidak Usai Disiram Air Keras |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Ray-Rangkuti-pertanyakan-netralitas-Jokowi-di-Pemilu-dan-Pilpres.jpg)