Jumat, 5 Juni 2026

Berita Nasional

Rachmat Gobel Ungkap Industri Berbasis Budaya Harus Diperkuat, Ini Tiga Alasannya

Adiwastra Nusantara 2024 Hadir di JCC, Tercatat 200 Produk Wastra Ambil Bagian. Ini penjelasan Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel.

Tayang:
Editor: Dodi Hasanuddin
Istimewa
Rachmat Gobel Ungkap Industri Berbasis Budaya Harus Diperkuat, Ini Tiga Alasannya 

WARTAKOTADEPOK.COM, JAKARTA - Pameran Adiwastra Nusantara ke-14 yang berlangsung 15-19 Mei 2024 di Jakarta Convention Center (JCC), 15-19 Mei 2024.

Acara tersebut diikuti lebih dari 200 produk UMKM wastra dari berbagai wilayah Indonesia.

Adiwastra Nusantara kembali hadir untuk memperkenalkan dan memasarkan aneka kreasi wastra Indonesia baik tenun, batik, sulam, jumputan, dan produk fesyen terkait lainnya.

Mengambil tema “Ragam Wastra Indonesia, Pesona Budaya Nusantara”, pameran Adiwastra Nusantara ke-14 dibuka resmi oleh Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel, Rabu (15/5/2024).

Baca juga: Dinahkodai Rachmat Gobel, TKD Gorontalo Yakin Pemilih Jokowi Pindah ke Pasangan AMIN

Hadir pemrakarsa pameran Adiwastra Nusantara, Edith Ratna Soerjosoejarso dan ketua pelaksana Adiwastra Nusantara Helga Kumontoy.

Rachmat Gobel menjelaskan, wastra menjadi salah satu produk industri berbasis budaya yang harus terus diperkuat.

Karena basis dari produk wastra adalah UMKM yang diharapkan bisa menopang ekonomi nasional.

“Ada tiga alasan mengapa industri berbasis budaya harus kita perkuat, yakni karena pelakunya adalah UMKM, berada di desa-desa dan bahan bakunya ada di Indonesia,” ujar Rachmat Gobel.

Baca juga: Rachmat Gobel Sebut Program One Belt One Road Dapat Menarik Lebih Banyak Investor China

Diakui, ditengah era globalisasi, industri berbasis budaya menghadapi tantangan yang tidak ringan, terutama terkait masuknya produk budaya asing ke pasar domestic.

Misalnya saja makanan tradisional dan produk fesyen negara Korea, Jepang dan lainnya yang kini banyak digandrungi generasi muda.

“Tidak sedikit generasi muda kita yang lebih bangga dan menyukai produk budaya negara lain,” tegasnya.

Ia mencontohkan ketika berkunjung ke pengrajin batik di Cirebon, banyak pelaku UMKM batik di daerah tersebut yang mengeluhkan membanjirnya produk tekstil impor.

Jika ini dibiarkan terus tidak menutup kemungkinan akan menggeser produk tekstil dalam negeri.

Sebab itu, Rachmat Gobel mengajak semua pihak, baik kementerian atau lembaga, maupun swasta untuk bersama-sama menyelamatkan dan mendukung pertumbuhan produk industry berbasis budaya.

Baca juga: Meski Tak Lagi Ibu Kota, BI DKI Optimis Jakarta Jadi Tulang Punggung Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Mulai dari produk makanan tradisional, aksesoris hingga produk fesyen Indonesia.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved