Kecelakaan Maut
Pengamat Minta Polisi Berani Perkarakan Pengusaha Bus yang Beri Tarif Perjalanan Murah
Pengamat mengatakan kecelakaan bus kebanyakan terjadi karena rem blong, faktor ini disebabkan pengemudi kerap pakai gigi tinggi
Penulis: Nuri Yatul Hikmah | Editor: Dian Anditya Mutiara
WARTAKOTALIVE.COM, PALMERAH — Menengok kasus kecelakaan maut yang menewaskan 11 orang dalam rombongan SMK Lingga Kencana Depok, pengamat transportasi menyebut jika kebanyakan kecelakaan memang terjadi karena rem blong di jalan menurun.
Pasalnya, pengemudi kerap kali menggunakan gigi tinggi dan tidak memanfaatkan engine brake (pengereman mesin) dan exhaust brake (pengereman mesin pakai gas buang) kendaraan.
Hal itu sebagaimana disampaikan pengamat transportasi sekaligus Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat, Djoko Setijowarno saat dihubungi, Senin (13/5/2024).
Menurut Djoko, hal itu juga diperkuat dengan temuan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) yang menyebut bahwa kecelakaan micro sleep yang dipicu fatigue by design, jam kerja pengemudi jauh di atas 12 jam.
"(Misalnya) Bus Eka dan Bus Mira yang bolak balik kecelakaan ternyata menyimpan data yang mengerikan, mereka memiliki 130 bus yang beroperasi, 260 bus yang siap beroperasi tetapi tidak dapat beroperasi karena pengemudinya tidak ada," ungkap Djoko.
Baca juga: Ahli Waris Korban Tewas Kecelakaan Rombongan Bus SMK Lingga Kencana Depok Terima Santunan Rp 50 Juta
"Artinya, bus-bus di Jawa Timur saat ini hampir semuanya kekurangan jumlah pengemudi," imbuhnya.
Oleh karena itu, Djoko memandang bahwa polisi harus lebih berani memperkarakan para pengusaha bus, termasuk pengusaha lama jika sudah terdapat hal yang tidak sesuai prosedur.
"Juga panitia penyelenggara atau event organizer yang menawarkan tarif bus murah juga bisa diperkarakan," kata Djoko.
"Polisi harus berani menindak pengusaha bus yang tidak tertib administrasi, sehingga dapat menyebabkan kecelakaan," lanjutnya.
Di sisi lain, Djoko mengingatkan kepada masyarakat agar tidak tergiur dengan tawaran bus murah, namun tidak terjamin keselamatannya.
Baca juga: Pemkot Depok Tanggung Biaya Perawatan Korban Kecelakaan Maut Pelajar SMK Lingga Kencana di Subang
Menurutnya, masyarakat perlu pintar menanyakan dan memastikan proses KIR-nya (uji kendaraan), termasuk izin Spionam-nya.
Diketahui, Spionam merupakan layanan untuk memberikan kemudahan operator dalam mengajukan perijinan di bidang angkutan dan multimoda.
"Sosialisasi harus lebih masif lagi terhadap pengunaan sabuk keselamatan untuk semua kendaraan berperjalanan jarak jauh. Baik kendaran umum maupun kendaraan pribadi," jelas dia.
Di akhir, Djoko menyarankan kepada pihak-pihak sekolah yang hendak menggunakan bus wisata untuk keperluan study tour, harus memastikan kelayakan busnya.
Menurutnya, hal itu bisa dimulai dari Dinas Pendidikan yang mengeluarkan surat edaran agar setiap sekolah yang akan menyelenggarakan wisata menggunakan bus wisata, wajib meminta pengusaha bus untuk menunjukkan surat izin.
| Kecelakaan Maut, Mobil Pemudik Asal Karawang Terjun ke Jurang di Majalengka, Enam Nyawa Melayang |
|
|---|
| Kecelakaan Maut Hari Ini: Fortuner Tabrak Lari Beruntun di PIK, Dua Nyawa Melayang |
|
|---|
| Gagal Menyalip Angkot, Penumpang Motor Tewas Terlindas Bus di Depan Terminal Jatijajar Depok |
|
|---|
| Ganti Ban di Bahu Tol, Kernet Tewas Terlindas Truk di Cisalak Depok |
|
|---|
| BREAKING NEWS: Kabag Kesra Bekasi Tewas dalam Kecelakaan Maut di Tol Cipularang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/djoko-s.jpg)