Kesehatan
YKPI: Metode Sadari Masih sangat Relevan untuk Deteksi Dini Kanker Payudara
Kanker payudara menjadi salah satu penyakit yang menimbulkan kematian. Deteksi dini melalui metode periksa payudara sendiri (Sadari) sangat penting.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA--Kanker masih menjadi salah satu penyakit kronis yang paling mematikan.
Meski dunia kedokteran semakin maju dan angka kematian kanker mulai dapat ditekan, kewaspadaan dan kesadaran terhadap penyakit kanker harus terus ditingkatkan.
Secara umum penyakit kanker adalah suatu kondisi medis yang ditandai dengan pertumbuhan sel-sel yang tidak terkendali dan tidak normal.
Sel-sel ini dapat menyerang jaringan tubuh, organ, serta fungsi tubuh.
Dari sekian banyak jenis kanker, yang paling sering diderita oleh warga adalah kanker payudara.
Ketua Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) Linda Agum Gumelar mengatakan, semakin cepat terdeteksi maka penyembuhan atau pengobatan kanker bisa dilakukan lebih dini.
Baca juga: Upaya Cegah Kanker Payudara, Nunung Srimulat Sarankan Para Perempuan Rutin Memeriksakan Kesehatan
Hal ini memperbesar peluang kesembuhan.
Salah satu metode paling gampang untuk mendeteksi adanya kanker payudara adalah dengan melakukan periksa payudara sendiri (Sadari).
Sadari adalah sebuah metode atau cara pemeriksaan payudara sendiri yang dapat dilakukan dengan mudah.
"Kita hanya perlu memperhatikan dan meraba payudara sendiri menggunakan tangan.
Cek apakah ada benjolan yang mencurigakan.
Jadi remaja kita, atau generazi Z harus tahu tentang hal ini dan lebih peduli pada diri sendiri dan keluarganya," kata Linda saat menghadiri sosialisasi deteksi dini kanker payudara dan praktik Sadari di SMAN 1 Jonggol, Rabu (24/4/2024).
Kegiatan tersebut diikuti oleh 478 siswa dan guru.
Baca juga: 70 Persen Pasien Kanker Payudara di Indonesia Terdeteksi Stadium 3, Kemungkinan Hidup 10-25 Persen
DR. dr. Agus Sutarman,SpB Subsp Onk (K) dari RS Gatot Subroto menjelaskan, penyebab kanker payudara belum diketahui secara pasti.
Namun banyak faktor risiko yang bisa menimbulkan penyakit yang menjadi momok bagi kalangan perempuan tersebut.
| Faktor Genetik Pengaruhi Risiko Jantung dan Tekanan Darah Tinggi |
|
|---|
| Ketum PERDOSRI: Pentingnya Perubahan Paradigma Layanan Kesehatan Menuju Pemulihan Fungsi |
|
|---|
| IDAI Rilis Panduan Mudik Sehat Bersama Anak, Vaksinasi Jadi Prioritas |
|
|---|
| Buku Saku 'Ngrumat' Diterbitkan, Terobosan Puskesmas Tanpa Dinding untuk Menjamah Pasien Tersisihkan |
|
|---|
| Masalah Kesehatan Perempuan Tak Hanya Reproduksi, Perlu Penanganan Menyeluruh Secara Holistik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/YKPI-Lakukan-Sosialisasi-Sadari-di-SMAN-1-Jonggol.jpg)