Upaya Turunkan Kasus Stunting, DPPKB Ajak Warga Kota Bogor Ikut Program KB
Kegiatan ini diselenggarakan untuk meningkatkan kesertaan ber-KB dan sebagai upaya penurunan kasus stunting.
WARTAKOTALIVE, BOGOR - BKKBN bersama Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bogor menggelar kegiatan sosialisasi intensifikasi dan integrasi pelayanan KBKR.
Acara digelar di Gedung Komando Distrik Militer (Kodim) 0606 Kota Bogor Jalan Jendral Sudirman No, 33 Kelurahan Pabaton, Kecamatan Bogor Tengah, Selasa (23/4/2024).
Kegiatan ini diselenggarakan untuk meningkatkan kesertaan ber-KB dan sebagai upaya penurunan kasus stunting.
Baca juga: Hindari Risiko Melahirkan Anak Stunting, Generasi Muda Diminta Hindari Pernikahan Dini
Kegiatan yang pertama kali digelar di Bogor, bahkan Jawa Barat ini diharap bisa membawa perubahan untuk masa depan.
Kepala Dinas DPPKB Kota Bogor, Anas S. Rasmana mengatakan bahwa dirinya sangat mengapresiasi kegiatan ini.
"Kinerja DPPKB yang dulu selalu merah, alhamdulillah kemarin semuanya biru, apresiasi buat DPPKB Kota Bogor. Ada kurang lebih 12 ribu laporan. Tapi intinya buat calon pengantin, laporan buat remaja, laporan buat lansia, itu semua masuk dalam satu aplikasi termasuk laporan soal KB," ujarnya.
Di Kota Bogor kasus yang sering terjadi peningkatan penduduk penyebabnya dikarenakan banyaknya urbanisasi.
Dengan adanya sosialisasi ini diharap bisa menekan angka penduduk di Indonesia, khususnya di Kota Bogor.
Sekretaris Daerah Kota Bogor, Syarifah Sofiah menerangkan, dahulu semua turun untuk melakukan sosialisasi vaksin Covid-19.
Baca juga: MIND ID Hadirkan Serangkaian Program CSR Bantu Perangi Stunting di Indonesia
Lalu, pola tersebut diulangi dan diikuti untuk sosialisasi penanganan inflasi dan stunting.
"Jadi rupanya pola pola itu berhasil, stunting itu pesan khusus dari presiden. Semua komponen, kekuatan, potensi kita menfaatkan untuk mensukseskan program KB," imbuhnya.
Selain menurunkan angka pertumbuhan penduduk di Kota Bogor, kata Syarifah Sofiah juga sosialisasi ini bisa menurunkan kasus stunting.
"Kalau kita lihat data di Indonesia itu urbanisasi atau desa-desabyabg kenudian bertransformasi menjadi kota itu angkanya bertambah, di tahun 2030 aja di atas 60 persen. Dan pola penanganan urbanisasi itu berbeda," paparnya.
Kegiatan sosialisasi KB ini merupakan kali pertamanya dilaksanakan di Kota Bogor.
Bahkan, tidak hanya di Bogor saja, namun kegiatan ini juga kali pertamanya di Jawa Barat.
| Hari Jadi Bogor ke-544: Bergerak Serempak, Nyata Berdampak |
|
|---|
| Kejar Target 30 Persen RTH, DPRD dan Pemkot Bogor Godok Aturan Sanksi Tegas bagi Pelanggar |
|
|---|
| Bekali Mahasiswa IPB, Ketua DPRD Kota Bogor Tekankan Pentingnya 'Listening Skill' dalam Kepemimpinan |
|
|---|
| DPRD Kota Bogor Dukung Penuh SPMB 2026 demi Transparansi Pendidikan |
|
|---|
| Raina, Penari Jaipong Muda Asal Bogor yang Buktikan Budaya Sunda Tetap Eksis di Mata Gen Z |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Sosialisasi-pelayanan-KB-di-Kodim-0606.jpg)