Kamis, 7 Mei 2026

Ramadan

Kapan Terjadinya Malam Lailatul Qadar dan Amalan Wajib Dilakukan di 10 Hari Terakhir Ramadan

Kapan malam Lailatul Qadar ? Bagaimana meraihnya dan doa apa saja yang dilantunkan akan dijelaskan di artikel ini.

Tayang:
Istimewa
Amalan untuk meraih malam Lailatul Qadar 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Apa saja amalan untuk menggapai Lailatul Qadar? Simak penjelasan Ustaz Muhammad Abduh Tuasikal.

Kapan malam Lailatul Qadar

“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Rabbnya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al-Qadr: 3-5)

An-Nakha’i mengatakan, “Amalan di lailatul qadar lebih baik dari amalan di 1000 bulan.” (Lihat Latha-if Al-Ma’arif, hlm. 341).

Mujahid, Qatadah, dan ulama lainnya berpendapat bahwa yang dimaksud dengan lebih baik dari seribu bulan adalah shalat dan amalan pada lailatul qadar lebih baik dari shalat dan puasa di 1000 bulan yang tidak terdapat lailatul qadar. (Zaad Al-Masiir, 9:191).

Malam Lailatul Qadar dijelaskan selalu berpindah, bisa malam 21, 22, 23, 24, 25, dan seterusnya hingga akhir Ramadan. Mengapa demikian?

Ustaz Ammi Nur Baits menjelaskan, saat itu Rasulullah sudah mendapatkan Lailatul Qadar namun setelah itu ternyata tidak berdoa lagi pada Allah SWT. 

"Sehingga setelah itu Allah tidak lagi memberi kepastian, agar umat manusia mencarinya di 10 hari terakhir. Dan Allah rahasiakan," kata Ustaz Ammi Nur Baits.

Meski tidak bisa dipastikan, peluang malam Lailatul Qadar bisa terjadi di 10 hari terakhir Ramadan atau carilah di malam-malam ganjil.  

Baca juga: Berbagi di Bulan Ramadan, Akulaku dan Baznas RI Santuni Anak-Anak Pemulung di Kota Bekasi

Amalan malam Lailatul Qadar

1. Semangat ibadah pada sepuluh hari terakhir Ramadhan, dengan menghidupkan malam-malam yang ada dan membangunkan keluarga, amalan yang diisi adalah memperbanyak membaca Al-Qur’an dan dzikir.

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata,

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa ketika memasuki sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan, beliau kencangkan sarungnya (bersungguh-sungguh dalam ibadah dengan meninggalkan istri-istrinya), menghidupkan malam-malam tersebut dengan ibadah, dan membangunkan keluarganya untuk beribadah.” (HR. Bukhari, no. 2024 dan Muslim, no. 1174).

2. Menghadiri shalat Shubuh dan Isya berjamaah

Sebagaimana dinukil oleh Imam Asy-Syafi’i dalam Al-Umm dari sekelompok ulama Madinah dan dinukil pula sampai pada Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma disebutkan,

“Menghidupkan malam lailatul qadar itu bisa dengan melaksanakan shalat Isya’ berjamaah dan bertekad untuk melaksanakan shalat Shubuh secara berjamaah.”

Baca juga: Tanya Ustaz: Bagaimana Ciri Orang yang Dapat Keberkahan Malam Lailatul Qadar? Ini Penjelasannya

Sumber: WartaKota
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved