Berita Jakarta
DPRD DKI Jakarta Dorong Pemda Vaksinasi Demam Berdarah untuk Pencegahan Kasus
DPRD DKI Jakarta mendorong pemerintah daerah untuk menggencarkan vaksinasi demam berdarah dengue (DBD) untuk pencegahan kasus yang sudah ribuan.
Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Junianto Hamonangan
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - DPRD DKI Jakarta mendorong pemerintah daerah untuk menggencarkan vaksinasi demam berdarah dengue (DBD) untuk pencegahan kasus.
Diketahui, kasus DBD di Jakarta cukup tinggi hingga ribuan orang yang menderita dan dirawat di rumah sakit.
Sekretaris Komisi E DPRD DKI Jakarta Jhonny Simanjuntak mengatakan, kasus penyebaran DBD di Jakarta sudah cukup mengkhawatirkan.
Politisi PDI Perjuangan ini juga meminta kepada pemerintah daerah untuk memasifkan sosialisasi tentang bahaya DBD.
“Saya pikir setuju untuk kita lakukan itu (vaksinasi DBD), Pemprov DKI harus memberikan perhatian soal hal ini,” ujar Jhonny pada Senin (1/4/2024).
Jhonny mengatakan, pemerintah tak perlu memikirkan soal biaya vaksin yang dianggap memang cukup mahal. Soalnya kesehatan dan keselamatan warga Jakarta jauh lebih penting dari materi.
“Karena kan kita butuh, anak-anak bagi kita ini harus kita tanggulangi bersama. Mereka (pemda) harus hadir di sini, jangan ketika mahal alasan (terhalang) anggaran, tapi ada cara kita mengatas hal darurat dengan pengalihan anggaran yang lain untuk masalah ini,” katanya.
Baca juga: Harvey Moeis Diduga Terlibat Korupsi, Orang Dekat Ini Mengaku Tahu Sumber Kekayaan Suami Sandra Dewi
Baca juga: Hotman Paris Protes dengan Saksi Ahli Anies, Hakim Hartoyo Ingatkan Agar Tak Menggebu-gebu
Menurut dia, kasus ini tidak hanya terjadi di permuiman kumuh saja, tetapi permukiman yang elit pun bisa menyerangnya.
Apalagi ketika ada genangan air yang bisa menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
Jhonny memandang perlu adanya tindakan preventif dan kuratif dalam menanggulangi kasus tersebut.
Harapannya kasus DBD tidak menjadi persoalan rutin setiap tahun yang dialami warga Jakarta.
“Keika terjadi perubahan dari musim penghujan ke kemarau, kan itu terjadi pengembangannya (kasus), nah kalau ada cara lain untuk kita bisa mencegah itu kenapa tidak? Pemprov DKI Jakarta memberikan perhatian khusus untuk ini, karena kita lihat DBD juga tidak mudah terdeteksi orang,” ungkapnya.
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta hingga 18 Maret 2024, jumlah kasus DBD di enam wilayah Jakarta mencapai 1.729 orang.
Rinciannya, Jakarta Barat 562 orang, Jakarta Selatan 450 orang, Jakarta Timur 395 orang, Jakarta Utara 194 orang, Jakarta Pusat 115 orang dan Kepulauan Seribu 13 orang. (faf)
Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.
Pemprov DKI Ajak Majelis Taklim Jadi Benteng Moral Warga Jakarta di Era Globalisasi |
![]() |
---|
Digeruduk Massa, Ini Kronologi Hancurnya Rumah Mewah Ahmad Sahroni di Tanjung Priok Jakata Utara |
![]() |
---|
Rumah Ahmad Sahroni Dirusak, Massa Lempari Kaca, Rusak Mobil Seharga Rp 1,87 Miliar hingga Berenang |
![]() |
---|
Pagar Rumah Ahmad Sahroni Dirubuhkan Massa, Mobil Listrik yang Terparkir Ikut Dirusak |
![]() |
---|
Gandeng Komunitas Warrior Clean Up, Mercure Jakarta Cikini Tanam Pohon di Mangrove PIK |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.