Ramadan

Tips Olahraga Saat Puasa Ramadan Agar Tetap Fit Plus Bakar Lemak

Dokter spesialis kedokteran olahraga, dr. Wawan Budisusilo, Sp.KO mengatakan, ibadah puasa tidak harus menghalangi seseorang untuk berolahraga.

Wartakotalive/Fitriyandi Al Fajri
Dokter spesialis kedokteran olahraga, dr. Wawan Budisusilo, Sp.KO soal olahraga saat sedang puasa Ramadan 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Ibadah puasa bukan alasan untuk libur dari olahraga.

Justru dengan olahraga, kesehatan orang yang melaksanakan ibadah puasa akan terjaga dengan baik.

Dokter spesialis kedokteran olahraga, dr. Wawan Budisusilo, Sp.KO mengatakan, ibadah puasa tidak harus menghalangi seseorang untuk berolahraga.

Dia bilang, umat muslim yang melaksanakan ibadah puasa harus tetap berolahraga.

“Justru harus berolahraga tapi intensitasnya disesuaikan dan pilih waktu yang memang nyaman bagi masing-masing orang tersebut,” ujar dr. Wawan saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat pada Minggu (10/3/2024).

Wawan mengatakan, masyarakat bisa memilih jenis olahraga yang memang biasa dilakukan ketika tidak puasa.

Baca juga: Olahraga Saat Puasa, Sesuaikan Intensitas Olahraga dengan Aktifitas Fisik yang Akan Dilakukan

Dia menyarankan, agar mereka tidak memilih olahraga baru dan menaikkan ritme atau intensitas berolahraga.

“Misalnya dari lari 10-15 menit, tiba-tiba malah di bulan puasa karena ingin tetap kurus lalu naik (intensitas olahraga). Nah paling nggak sama dengan yang sebelumnya, kalaupun mau ditambah yah perlahan,” kata Wawan.

Dia juga mengingatkan, masyarakat jangan terlalu memaksakan diri untuk melakukan olahraga berat saat puasa.

Soalnya banyak efek negatif yang timbul bagi diri sendiri.

“Misalnya dari sisi keamanan saat berolahraga, tadi saya sampaikan turunnya bukan lemaknya tapi ototnya yang turun. Soal waktunya boleh senyamannya, tapi kalau saya lebih senang atau paling bagus pada saat setelah tarawih tetapi jangan mengganggu pola tidur,” jelas dia.

“Ya misalnya 30 menit setelah tarawih, tapi jangan terlalu dekat dengan waktu tidur. Jadi 1,5 jam atau 2 jam sebelum tidur, lalu selesai olahraga,” sambung dokter yang bertugas di RS Pondok Indah, Jakarta Selatan ini.

Bagi masyarakat yang ingin berolahraga usai tarawih, lanjut dia, hendaknya disesuaikan dengan kemampuan tubuh.

Mulai dari berolahraga selama 10 menit, 15 menit, 30 menit hingga 45 menit

Dia bilang, masyarakat juga bisa mengisi waktu ngabuburit atau menunggu buka puasa dengan olahraga.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved