Rabu, 22 April 2026

Kesehatan

RS Siloam MRCCC Semanggi Dukung Pertemuan Dokter Ahli Kanker Payudara Se-Asia Pacific 2024 di Bali

RS Siloam MRCCC Semanggi, menjadi official healthcare partner dalam penyelenggaraan Asia Pacific Breast Cancer Summit 2024.

dok. RS Siloam MRCCC
RS Siloam MRCCC Semanggi, menjadi official healthcare partner dalam penyelenggaraan Asia Pacific Breast Cancer Summit 2024, yang berlangsung dari tanggal 1 hingga 3 Maret 2024 lalu di Nusa Dua Convention Centre, Bali. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -  RS Siloam Mochtar Riady Comprehensive Cancer Center Semanggi (MRCCC), mendapat kepercayaan menjadi official healthcare partner dalam penyelenggaraan Asia Pacific Breast Cancer Summit (APBCS) 2024.

Pertemuan yang telah berlangsung dari tanggal 1 hingga 3 Maret 2024 lalu di Nusa Dua Convention Centre, Bali, Indonesia tersebut, menghadirkan para ahli dan peneliti global, regional, dan lokal untuk meningkatkan perawatan pasien kanker payudara, sesuai dengan temanya “Reaching New Heights in Breast Cancer Care”.

Dalam kesempatan tersebut, sebanyak 10 tenaga ahli dari MRCCC juga turut berpartisipasi baik sebagai pembicara maupun sebagai panelis.

Menurut Dr. Shaheenah Dawood, Ketua Penyelenggara APBCS 2024 mengatakan, selama lebih dari 12 tahun, APBCS telah berkembang menjadi platform utama di bidang manajemen kanker payudara di kawasan Asia Pasifik.

RS Siloam MRCCC Semanggi official healthcare partner APBCS 2024
RS Siloam MRCCC Semanggi, menjadi official healthcare partner dalam penyelenggaraan Asia Pacific Breast Cancer Summit 2024, yang berlangsung dari tanggal 1 hingga 3 Maret 2024 lalu di Nusa Dua Convention Centre, Bali.

"Dampak dari APBCS telah bergema di berbagai wilayah Asia Pasifik dan Indonesia menandai babak baru dalam perjalanan APBCS yang ke-12 pada tahun 2024 ini," sebut Dr. Shaheenah Dawood dalam keterangan resmi, Senin (11/3/2024).

Ia menyebutkan, APBCS 2024 akan menjadi ajang pertemuan para ahli yang berdedikasi untuk mendorong batas-batas pengetahuan di bidang kanker payudara.

"Selain itu, kami pun menyambut gembira atas kontribusi MRCCC di ajang ini sebagai official healthcare partner dan mengutus para dokter ahlinya ke ajang APBCS 2024 untuk berbagi wawasan di bidang kanker payudara," ungkap Dr. Shaheenah Dawood.

Sementara, Direktur MRCCC, dr. Adityawati Ganggaiswari, M.Biomed., MARS, mengungkapkan, ajang APBCS 2024 yang berlangsung dalam tiga hari mencakup sesi bedah onkologi, keperawatan onkologi, pencitraan, tinjauan Best of SABCS, dan diskusi mendalam tentang temuan-temuan canggih, perkembangan terkini, tumor molekuler, serta kasus-kasus yang menantang dalam APBCS.

Asia Pacific Breast Cancer Summit 2024
RS Siloam MRCCC Semanggi, menjadi official healthcare partner dalam penyelenggaraan Asia Pacific Breast Cancer Summit 2024, yang berlangsung dari tanggal 1 hingga 3 Maret 2024 lalu di Nusa Dua Convention Centre, Bali.

"Untuk itu, kami merasa sangat perlu untuk turut berpartisipasi di ajang ini karena selalu ada temuan-temuan dan metode penanganan terbaru. Selain itu, kami pun sangat bangga dapat menjadi bagian dari APBCS 2024 sebagai official healthcare partner," sebutnya.

Adapun para tenaga ahli tenaga dari MRCCC yang turut hadir di APBCS 2024, antara lain:

  1. Dr. dr. Jeffry Beta Tenggara, Sp.PD-KHOM sebagai pembicara dan panelis dengan topik “Standards of Care in Early TNBC”.
  2. DR. dr. Andhika Rahman, Sp.PD-KHOM sebagai pembicara dengan topik “Unique Issues in TNBC”.
  3. dr. Ralph Girson Gunarsa, Sp.PD-KHOM sebagai moderator dengan topik “Tumor Board 2: Challenging Cases in TNBC” dan sebagai chairperson pada sesi “Genomics for Breast Cancer”.
  4. DR. dr. Cosphiadi Irawan, Sp.PD-KHOM sebagai pembicara dengan topik dan “HR Positive HER2 Negative and Bone Metastasis: Genomic Point of View” dan “Do We Need or Not Need Adjuvant Chemotherapy in Hormonal Receptor Positive HER2 Negative EBC?”

Selain itu, hadir pula sebagai panelis 6 dokter spesialis dari MRCCC dan RS Siloam Denpasar Bali, yaitu dr. Nadia Ayu Mulansari, Sp.PD, KHOM, Dr. dr. Samuel Haryono, Sp.B(K)-Onk, dr. Alban Dien, Sp.B(K)-Onk, Dr. dr. Denny Handoyo, Sp.Rad-Onk, Dr. dr. Rini Andriani, Sp.N, Subsp.N-Onk(K), dan dr. Ni G.A. Arini Junita Putri Kardinal, Sp.PD-KHOM.

Menurut Dr. dr. Jeffry Beta Tenggara, Sp.PD-KHOM, kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker yang paling umum ditemui di seluruh dunia dan menjadi penyebab utama kematian di kalangan wanita.

Di Indonesia sendiri, Data Kementerian Kesehatan RI menyebutkan sebesar 70 persen pasien kanker payudara telah memasuki stadium 3 saat terdeteksi.

"Padahal, prognosis kemungkinan hidup pasien kanker payudara rata-rata dalam 5 tahun bisa mencapai 90-95 persen pada Stadium 1, 70-75 persen Stadium 2, serta 10-25 persen Stadium 3 dan 4," ungkapnya.

Meskipun prevalensinya tinggi, lanjut Dr. dr. Jeffry Beta Tenggara, deteksi dini dan perawatan yang tepat dapat mengurangi risiko kematian akibat penyakit ini secara signifikan.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved