Minggu, 17 Mei 2026

Ramadan

Cara Menyenangkan Mengajarkan Anak Kecil Puasa Ramadan

ebentar lagi memasuki puasa Ramadan 2024, buat anak-anak yang masih kecil belum ada kewajiban, tapi Anda bisa mengajarkannya sejak dini.

Tayang:
dok Wartakotalive.com/Nur Ichsan
Anak-anak belajar menjalankan ibadah puasa di Bulan Ramadan 

WARTAKOTALIVE.COM - Sebentar lagi memasuki puasa Ramadan 2024, buat anak-anak yang masih kecil belum ada kewajiban, tapi Anda bisa mengajarkannya sejak dini.

Meskipun anak yang belum mencapai akil balik belum diwajibkan untuk berpuasa Ramadan, tapi tak ada salahnya mengajarkan anak berpuasa sejak dini agar lebih siap saat telah diwajibkan untuk berpuasa.

Bagaimana cara mengenalkan puasa Ramadan pada anak. berikut ini tips yang Anda bisa praktekkan. 

1. Mulai dari Puasa Setengah Hari

Bagi anak kecil, tak mudah tentunya tiba-tiba harus menjalani ibadah puasa selama satu hari penuh.

Agar anak tidak kaget, ajari mereka berpuasa secara bertahap.

Hal ini bisa dilakukan dengan berpuasa selama setengah hari terlebih dahulu.

Si kecil bisa belajar puasa selepas waktu sahur hingga jam makan siang.

Lakukan ini selama beberapa hari. Jika si kecil sudah siap, orang tua bisa secara bertahap menambahkan durasi puasanya. A

gar kecukupan nutrisi si kecil tetap terpenuhi, pastikan agar kita memberikan asupan yang bergizi seperti makanan kaya protein, vitamin dan susu pertumbuhan anak.

Susu memang tetap dibutuhkan saat anak belajar berpuasa.

Dengan demikian, perkembangan tubuhnya akan tetap berjalan sempurna. 

Baca juga: Budi Doremi Tidak Sabar Jalani Ibadah Puasa di Bulan Ramadan hingga Kembali Merayakan Idul Fitri

2. Awali dengan Puasa Jajan

Cara mengajarkan anak berpuasa juga bisa dimulai dengan puasa makanan-makanan tertentu atau jajanan yang digemari si kecil.

Misalkan jika si kecil menyukai permen, biskuit, kue atau makanan seperti chicken nugget dan sosis, ajari anak untuk tidak makan makanan favoritnya tersebut selama bulan puasa.

Secara perlahan kurangi pilihan makanan tersebut hingga akhirnya si kecil mulai terbiasa dan bisa mencoba berpuasa secara penuh.

3. Ajarkan Anak Makna Puasa serta Berbagai Tradisi Uniknya

Jangan lupa, sembari mengajarkan puasa, orang tua juga harus perlahan mengajarkan mengenai manfaat serta makna dari ibadah puasa, kebaikan bulan Ramadan, dan berbagai hal lainnya agar si kecil memahami mengapa ia perlu berpuasa.

Kenalkan juga si kecil mengenai berbagai tradisi-tradisi selama bulan Ramadan seperti taraweh, ngabuburit, dan lainnya agar ia lebih tertarik untuk belajar berpuasa.

4. Siapkan Makanan Favorit untuk buka puasa

Sebagai bentuk motivasi dan penghargaan karena sudah mau belajar berpuasa, Bunda bisa menyiapkan makanan favorit si kecil pada saat berbuka puasa.

Bila perlu, libatkan anak dalam pemilihan menu buka puasa dan juga proses persiapannya agar si kecil termotivasi untuk menyelesaikan ibadah puasa-nya pada hari itu.

Baca juga: Salah Kaprah Puasa Ramadan yang Sering Dilakukan, ini Penjelasan Ustaz Yulius Purnama

5. Buat Aktivitas Ngabuburit Seru

Salah satu cara agar si kecil mampu belajar puasa dengan lebih baik adalah dengan mengalihkan perhatiannya dari makanan dan minuman selama belajar berpuasa.

Buatlah berbagai aktivitas menyenangkan bersama si kecil mulai dari permainan, meneceritakan kisah Nabi hingga membaca al-quran untuk membuat si kecil tidak begitu memikirkan soal puasa yang tengah ia jalani.

6. Jadi Contoh dan Teladan yang Baik

Biasanya, anak selalu mencontoh kebiasaan orangtuanya.

Untuk itu, orantua harus bisa menjadi contoh dan teladan yang baik. Selalu dampingi si kecil untuk memberikannya dukungan agar ia mampu menyelesaikan ibadah puasa-nya.

7. Hadiah Spesial pada Hari Lebaran

Sebagai motivasi, tak ada salahnya juga untuk menjadikan hadiah special pada hari Lebaran sebagai iming-iming agar anak lebih semangat untuk belajar berpuasa.

Hadiah ini bisa berupa mainan, tas sekolah baru, atau apapun hal yang sedang diinginkan si kecil. Namun juga bisa memberikan manfaat untuknya.

Meskipun tak mudah, mengajarkan anak berpuasa sejak dini sangatlah penting.

Namun, orang tua harus tetap ingat untuk tidak memaksakan anak, apalagi hingga diluar batas kemampuan mereka. 
 
 

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved