Eksklusif Warta Kota

Pinkan Mambo Pernah Dibayar Cuma 30 Ribu Per 3 Jam hingga Digodain Om-om

Secara Eksklusif Warta Kota wawancarai Pinkan Mambo blak-blakan kehidupan pribadinya.

Wartakotalive/Arie Puji Waluyo
Pinkan Mambo blak blakan soal asmara 

 WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Nama Pinkan Ratnasari Mambo mulai dikenal publik setelah berduet dengan Maia Estianty pada grup musik "Ratu" di tahun 1999.

Kala itu, namanya menjulang tinggi. Boleh dibilang penyanyi berdarah Minahasa kelahiran Jakarta ini meraih popularitasnya. Namun, situasi berubah setelah ia pisah jalan dari Ratu.

Lima tahun setelah membesarkan Ratu, Pinkan mundur. Posisinya digantikan Mulan Jameela. Pinkan memilih bersolo karier.

Sekarang nama perempuan berumur 43 tahun lebih sering muncul lantaran kehidupan pribadinya ketimbang karya atau prestasi yang dihasilkan.

Selasa (30/1/2024) lalu, jurnalis Warta Kota Arie Puji Waluyo berkesempatan mewawancarai Pinkan secara eksklusif di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Ia bercerita seputar perjalanan karier hingga kehidupannya dewasa ini. Berikut hasilnya:

Bisa diceritakan apa yang Anda lakukan sebelum bergabung di grup musik Ratu bersama Maia Estianty?

Dulu aku kuliah di Jakarta, sambil jadi penyanyi di kafe. Setelah itu gabung ke grup Ratu kemudian bersolo karier. Kenapa stay di musik? Karena memang musik sudah jadi bagian dalam hidupku sejak kecil.

Memang sejak kecil aku bermimpi menjadi artis. Aku terinspirasi sama Mariah Carey (penyanyi Amerika Serikat), makanya aku suka nyanyi lagu-lagu artis Amerika.

Kalau bicara perjuangan aku sebagai penyanyi kafe, usia aku waktu itu 20 tahun lah.

Aku merintis dari yang bayarannya Rp 30.000 per tiga jam sampai akhirnya jadi penyanyi kafe paling ngetop yang bayarannya Rp 100.000 per tiga jam.

Saat itu, bagi anak kuliahan megang duit Rp 3 jutaan itu sudah wah banget.

Cuma memang berat perjalanannya. Aku harus naik bus ke kafe, kalau naik taksi kan uang akan cepat habis. Kalau naik taksi paling kalau dapat saweran saja.

Sampai kemudian aku ketemu mas Ahmad Dhani di Kafe. Aku bilang ke mas Dhani, "Kamu harus produserin aku kalau tidak kamu akan rugi". Akhirnya diajak sama Dhani ke manajemennya.

Baca juga: Ngaku Bukan Orang Banyak Duit, Pinkan Mambo dan Arya Khan Rogoh Rp 5 Juta untuk Sekali Makan di Mal

Apa saja pengalaman yang pernah dirasakan saat manggung di kafe? 

Wah banyak banget. Karena pulang malam, sering digodain om om, harus kuat nyanyi, kuat mental, tahan melihat orang mabuk-mabukan, sampai disangka wanita malam.

Aku malah pernah mau di-booking. Aku bukan "jablay" kan walaupun nyanyi pakai baju seksi.

Di Ratu Anda mencapai kesuksesan namun memilih berpisah jalan. Apa yang kamu rasakan saat tak bisa lagi membesarkan Ratu?

Waktu awal-awal sempat stres lah karena keuangan aku jatuh banget. Tapi aku merasa ketika stres ada banyak faedah, aku menemukan "harta karun" yang besar.

Aku merasa kaya sekarang bukan dalam arti memegang saldo banyak tapi tidak pernah mengeluh dalam segala hal. Walau tinggal di gubuk, aku merasa kaya karena enggak pernah mengeluh.

Aku selalu disebut halu, terserah. Cuma aku lewati semua prosesnya sampai sekarang. Sampai akhirnya aku enggak kerja, aku nyanyi cuma pengin aja bukan karena uang.

Aku menciptakan diri aku enggak mengejar uang karena aku sudah punya usaha tinggal jalanin saja. Aku siapin semuanya sejak aku susah.

Bagaimana caranya Anda bangkit dari keterpurukan?

Aku berusaha buat solo karier. Lalu aku merambah ke dunia bisnis, aku bangun toko pisang, roti, EO (event organizer), membangunnya susah.

Artis pada jadi artis doang, aku bangun kepribadian aku. Artis banyak kok, cuma enggak ada yang punya jati diri. Aku belajar hidup ini buat apa, aku belajar menolong orang. (ari)

 

 

Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved