Pembunuhan
Partai Garuda Tercoreng, Pecat Kadernya Imbas Perkara Pembunuhan Indriana Dewi
Patai Garuda terkejut atas ulah kadernya, Devara Putri Prananda. Pasalnya, dia terlibat kriminal berat, pembunuhan. Waduh, gimana ceritanya ya?
Penulis: Rendy Rutama | Editor: Valentino Verry
Sate tersebut dikirim pada malam hari oleh seorang perempuan yang menggunakan atribut lengkap ojek online (Ojol) dan memberitahu kalau sate tersebut dipesan oleh Indriana yang diperkirakan pada malam itu sudah meninggal dunia.
“Malam hari dikirimin sate sama perempuan ngakunya ojol yang dipesan sama Indriana, terus besok paginya polisi baru datang ke lokasi mengabarkan ada temuan jenazah,” kata Eko.
Eko menjelaskan sate tersebut kemudian diterima oleh sang ibu korban.
Hanya saja tidak dikonsumsi lantaran sudah kenyang dan kemudian disimpan.
Hingga pada keesokan paginya, pihak kepolisian datang ke kediaman korban untuk memberitahu perihal informasi dugaan mayat Indriana dan mengetahui informasi adanya pengiriman makanan tersebut, sate tersebut langsung dibawa pihak kepolisian sebagai barang bukti.
“Sate nya tidak makan jadinya, karena kenyang ibunya katanya, terus pas polisi datang dan tahu ada informasi itu langsung dibawa, takutnya itu sate ada racun atau gimana kan tidak tahu, jadinya buat bukti data penyelidikan,” ujarnya.
Sudah Meninggal, Tapi Bisa Balas Pesan WhatsApp
Pihak keluarga mengatakan akun WhatsApp anak kedua itu masih aktif saat diperkirakan sudah meninggal dunia.
Eko menjelaskan hal itu terbukti saat sang ibu mengirim pesan ke nomor WhatsApp korban pada dua hari sebelum keluarga mengetahui jenazah Indriana ditemukan dan saat itu sudah diperkirakan meninggal empat hari lalu.
Sehingga alasan itu yang membuat awal pihak keluarga tidak berpikiran khawatir ataupun curiga dengan aktivitas Indriana yang diketahui sebelumnya sempat izin ingin pergi bersama rekan-rekannya ke kawasan Bogor.
“Masih bales chat kok WhatsApp nya (Indriana) di chat apapun sama ibunya dibales, makanya ibunya tidak khawatir beberapa hari belum pulang ke rumah,” jelasnya.
Justru Eko mengungkapkan kecurigaan dari pihak keluarga timbul dari pemikiran sang kakak kandung dari Indriana.
Kakak kandungnya yang berinisial R itu curiga lantaran ketikan atau balasan text WhatsApp dari Indriana yang berbeda dari biasanya.
Ia pun menduga jika berdasarkan waktu perkiraan jenazah meninggal dunia, kondisi Indriana seharusnya sudah meninggal dunia, dan tidak dapat membalas chat WhatsApp.
“Kalau dilihat dari rentan waktu meninggal dunia, Indriana itu udah meninggal, gamungkin bisa balas WhatsApp, dugaannya ya yang balas itu teman dekat pria korban, mungkin hafal ketikannya juga,” imbuhnya.
pembunuhan
Partai Garuda
Sekjen DPP Partai Garuda Yohanna Murtika
Indriana Dewi Eka Saputri
Indriana Dewi
Devara Putri Prananda
| Pelaku Pembunuhan Wanita di Hotel Kebayoran Baru Jaksel Ternyata Masih di Bawah Umur |
|
|---|
| Kronologi dan Motif WNA Korsel Tewas Dibunuh Mantan Istri yang Sewa Pembunuh Bayaran |
|
|---|
| Mantan Caleg DPRD Kabupaten Bekasi Otaki Pembunuhan WNA Korea Selatan, Bayar Eksekutor Rp 139 Juta |
|
|---|
| Sewa Pembunuh Bayaran, Mantan Istri Jadi Otak Pembunuhan WN Korea Selatan di Tambun Bekasi |
|
|---|
| Mantan Istri Sewa Pembunuh Bayaran untuk Habisi WNA Korea Selatan di Bekasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Ilustrasi-pembunuhan-driver-Online.jpg)