Viral di Media Sosial

4 Anggota Banser Babak Belur Usai Baku Pukul Tolak Kajian Ustaz Syafiq Riza, GP Ansor Lapor Polisi

Sedikitnya 4 anggota Banser GP Ansor terluka setelah baku hantam tolak kajian Ustaz Syafiq Riza Basalamah di Masjid Assalam, Surabaya, Kamis malam

Istimewa
Aksi saling pukul antara puluhan anggota GP Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dengan sejumlah jemaah terjadi saat hendak digelarnya kajian Ustaz Syafiq Riza Basalamah ddi Masjid Assalam, Perumahan Purimas, Gunung Anyar, Surabaya, Kamis (22/2/2024) petang pukul 18.30 WIB. Akibatnya 4 anggota banser terluka, dan GP Ansor lapor polisi. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Aksi anggota GP Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) yang menolak digelarnya kajian Ustaz Syafiq Riza Basalamah di Masjid Assalam, Perumahan Purimas, Gunung Anyar, Surabaya, Kamis (22/2/2024) malam berujung ricuh dan sempat baku hantam dengan jemaah.

Dari aksi saling pukul itu, ternyata ada sedikitnya 4 anggota Banser dan GP Ansor yang terluka.

Karenanya GP Ansor membuat laporan ke polisi atas tuduhan penganiayaan 4 anggotanya. 

Baca juga: Pesan Ustaz Syafiq Risa Basalamah Usai Ditolak GP Ansor di Surabaya

Laporan dilayangkan ke Polrestabes Surabaya dan teregistrasi dengan Nomor: LP/B/169/II/2024/SPKT POLRESTABES SURABAYA/POLDA JAWA TIMUR.

"Sahabat-sahabat Banser dan Ansor di lokasi, ada yang terkena pemukulan atau pengeroyokan," kata Perwakilan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Surabaya, Rafiqi Anjasmara, dalam keterangannya, Jumat (23/2/2024).

Rafiqi mengatakan setidaknya ada empat anggota Ansor dan Banser Surabaya yang jadi korban pemukulan dan telah menjalani visum untuk keperluan barang bukti.

Baca juga: Baku Hantam Banser dan Jemaah, Ansor Sebut Ustaz Syafiq Riza Langgar Janji, Dituding HTI dan Radikal

Dalam laporan itu, pihak GP Ansor Surabaya juga menyerahkan sejumlah alat bukti lain ke kepolisian untuk dijadikan penyelidikan.

"Bukti yang pertama karena ini pengeroyokan atau pemukulan ada laporan visum. Yang kedua, ada video bukti kejadian ataupun pemukulan. Yang ketiga ada saksi juga," ucap dia.

Sekretaris PC GP Ansor Kota Surabaya, Rizam Syafiq, mengatakan bahwa pihaknya langsung mendatangi Polrestabes Surabaya usai kericuhan.

Tepatnya Kamis, 22 Februari 2024 pukul 23.00 WIB.

“Pemeriksaan dilakukan sejak pukul 23.00 WIB sampai 03.30 WIB," kata Rizam.

Pihaknya juga telah melakukan visum kepada 4 korban di RS PHC Surabaya.

Setelah mendapaat perawatan keempat korban sudah diperbolehkan pulang.

Menurut dia, luka yang dialami korban bervariasi.

Namun, sebagian besar mengalami luka di bagian kepala dan wajah.

“Ada yang robek di pelipis mata, mata lebam, kepala memar, dan sebagainya,” kata Rizam.

Kini, kata dia, proses pelaporan di kepolisian tengah berjalan. Pihak GP Ansor juga terus memantau pemulihan korban.

“Apabila 2-3 hari ke depan para korban masih pusing, rencananya akan kami mintakan CT-scan kepala,” kata pengacara korban, Rafiqi Anjasmara.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Hendro Sukmono membenarkan GP Ansor Surabaya sudah melapor ke pihaknya, Jumat (23/2) dini hari.

"Betul [GP Ansor Surabaya melapor]. Ditangani secara profesional, objektif sebagaimana semestinya," ujarnya.

Saling Pukul

Sebelumnya saling pukul antara puluhan anggota GP Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dengan sejumlah jemaah terjadi saat hendak digelarnya kajian Ustaz Syafiq Riza Basalamah di Masjid Assalam, Perumahan Purimas, Gunung Anyar, Surabaya, Kamis (22/2/2024) petang pukul 18.30 WIB

Video kericuhan dua kelompok massa itu kemudian viral di media sosial.

Massa Gerakan Pemuda (GP) Ansor menolak bahwa kedatangan mereka adalah upaya pembubaran pengajian.

Baca juga: Gabung Ajojing, Ini Cerita Bebe Sabilla dan Dimas Bagaskara Nyanyikan Lagu Koplo Berbahasa Jawa

Menurut GP Ansor panitia pengajian sebelumnya sudah sepakat tidak mendatangkan Riza Basalamah.

Karenanya sejumlah massa dari Pengurus Anak Cabang GP Ansor lengkap dengan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) menggeruduk masjid tersebut untuk melakukan penolakan kehadiran Ustaz Riza Basalamah.

Massa dari PAC GP Ansor Gunung Anyar mengklaim sebelumnya telah berkirim surat dan menyatakan keberatan dengan kehadiran Ustaz Riza Basalamah.

Ketua PAC GP Ansor Gunung Anyar Surabaya M Asyiqun Nahdli menegaskan saat itu telah ada kesepakatan yang disaksikan sejumlah pihak terkait.

"Ini bukan pembubaran pengajian, tapi dari awal kami sudah penolakan, sudah kesepakatan tanda tangan semuanya. Sudah dimediasi polsek, juga camat. Tapi pihak mereka melanggar kesepakatan. Jadi, sekali lagi ini bukan pembubaran pengajian, nggih," ujar Nahdli dalam keterangannya Kamis (22/2/2024).

Dalam pertemuan sebelumnya, Nahdli menyebut ada 3 poin terlampir yang telah disepakati bersama panitia.

Kesepakatan itu adalah:

1. Pihak Yayasan dan Masjid As Salam Surabaya bersepakat untuk meniadakan Ustaz Riza Basalamah sebagai pemateri dengan pertimbangan menjaga suasana kondusif di lingkungan Gunung Anyar.

2. Kegiatan tetap dilaksanakan hanya dengan berpedoman melakukan salat berjamaah

3. Pihak Ansor dan Banser akan tetap berkomitmen untuk mendampingi pihak yayasan dan takmir Masjid As Salam dalam rangka melakukan giat syiar agama sesuai kaidah agama Islam yang Rahmatan Lil Alamin

Baca juga: Anggota Kehormatan Banser, Erick Thohir Berpotensi Menjadi Pilihan Warga NU

Sebelumnya, PAC GP Ansor dan Banser Gunung Anyar menolak kedatangan Ustaz Riza Basalamah. PAC GP Ansor Kecamatan Gunung Anyar keberatan atas acara Tabligh Akbar di Masjid Assalam Purimas Kota Surabaya.

Menurutnya ceramah pengajian Ustaz Riza Basalamah terindikasi radikal.

"Gunung Anyar tolak HTI! Kami (PAC GP Ansor Kecamatan Gunung Anyar) keberatan atas acara Tablig Akbar di masjid Assalam Purimas Kota Surabaya. Ustadz Riza Syafiq Hasan Basalamah terindikasi radikal," tulisnya dalam keterangan resmi, dikutip Jumat, 23 Februari 2024.

"Wilayah gunung anyar merupakan lumbung pesantren gudangnya ulama dengan karakter nahdliyin, pasti akan memunculkan konflik dan riak-riak di masyarakat maka dari itu kita perlu melakukan penolakan secara dini karena dapat mengganggu keharmonisan di wilayah gunung anyar," terang Asyiqun.

Ia mengaku pihaknya tidak mempersoalkan figur Ustaz Riza Basalamah melainkan persoalan prinsip dalam berdakwah. PAC menilai Ustaz Riza Basalamah kerap menghakimi golongan lain.

"Ceramahnya bertentangan dengan Aswaja yang dianut masyarakat di Kecamatan Gunung Anyar," ujarnya

Sebelumnya dalam tayangan video yang viral di media sosial, para anggota Banser berteriak dengan mata melootot sambil mencoba merangsek ke dalam masjid.

Mereka ingin kajian itu dibubarkan.

Jemaah yang memenuhi masjid tidak tinggal diam. 

Dalam video lainnya, kondisi di luar masjid ricuh.

jemaah yang hadir memberikan perlawanan terhahap aksi intoleransi yang dilakukan anggota Banser dan GP Ansor.

Aksi saling pukul pun terjadi.

Baca juga: Pesan Ustaz Syafiq Risa Basalamah Usai Ditolak GP Ansor di Surabaya

Polisi yang ada di lokasi terlihat memisahkan dua kelompok yang saling bertikai.

Warganet menyesalkan aksi Banser yang membubarkan kajian umat Islam.

"Banser bisa apa sih selain bubar bubarin pengajian salaf? Kejadian gini ga sekali dua kali tau," tulis @fabdiny

"Padahal kalau salafi tuh ajarannya harus mengikuti pemerintah yg berkuasa loh, ga pernah yg demo demo gt Banser lu kurang kerjaa masalah ginian gercep noh kecurangan pemilu harusnya lu gruduk," @markjenoaces.

Ustaz Safiq Riza Minta Maaf

Atas peristiwa tersebut, Ustad Syafiq Riza lantas meminta maaf kepada jamaahnya. 

"Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, jemaah rahimakumullah buat teman-teman yang udah di Masjid Salam. Ana berangkat tadi jam 1 udah nyampek sebelum maghrib dengan harapan bisa isi kajian. Tapi ternyata takdir Allah berkata lain. Maka ana mohon maaf atas ketidaknyamanan ini buat teman-teman semuanya," ujar sang Ustad saat hendak meninggalkan lokasi kajian seperti diunggah di akun Instagran @syafiqrizabasalamah_official, dikutip pada Jumat 23 Februari 2024.

"Tapi yang jelas langkah antum ke rumah Allah capek, lelah, dan detik-detik yang antum luangkan untuk hadir di kajian itu akan ditulis pahala buat antum InsyaAllah. Dan semoga diangkat derajat antum dan diantarkan ke surga Allah. InsyaAllah kita bertemu di lain waktu dan semangat Ya Ramadhan udah deket semoga Allah menyampaikan kita ke bulan Ramadhan dan semoga Allah berikan hidayah kepada teman-teman kita yang masih mungkin belum paham. Berbaik sangka kepada mereka," imbuhnya. 

Dalam captionvideo itu, Ustaz Syafiq Riza juga menulis agar jemaahnya tidak terpancing emosi.

"Harap bersabar, tidak perlu terpancing emosi. Apa yang sudah antum niatkan datang ke majelis ilmu, sudah dicatat oleh Allah azza wajalla. Tetap berharap pahala yang besar di sisi Allah dan jangan lupa waktunya banyak-banyak beribadah sebelum Ramadan," tulisnya.

Baca berita WartaKotalive.com lainnya di Google News

 

 

 

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved