Selasa, 21 April 2026

Berita Jakarta

Kenaikan Harga Beras Diprediksi Berlangsung Hingga Maret Imbas Belum Panen Raya

Kenaikan harga beras yang terjadi sejak akhir tahun 2023 diprediksi akan terus berlangsung hingga berakhirnya bulan Maret 2024 karena belum panen raya

Penulis: Rendy Rutama | Editor: Junianto Hamonangan
Warta Kota/Rendy Rutama
Kepala Koperasi Pasar Induk Cipinang, Zulkifli Rasyid saat ditemui di kantornya yang berada di Pasar Induk Cipinang, kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur, Jumat (23/2/2024). 

WARTAKOTALIVE.COM, CIPINANG - Kenaikan harga beras yang terjadi sejak akhir tahun 2023 diprediksi akan terus berlangsung hingga berakhirnya bulan Maret 2024. 

Kepala Koperasi Pasar Induk Cipinang, Zulkifli Rasyid mengatakan hal itu dikarenakan produksi beras lokal belum memasuki musim panen raya.

Faktor kondisi cuaca yang tidak pasti dinilainya mengakibatkan musim panen saat ini menjadi tidak jelas. 

"Kalau sudah terjadi panen raya, dapat dipastikan harga beras turun. Tapi kalau setidaknya terjadi gagal panen, kami belum tahu seperti apa ke depannya," kata Zulkifli, Jumat (23/2/2024).

Kini Zulkifli menuturkan tingginya harga beras dapat masih berlangsung hingga pertengahan atau akhir Maret 2024.

Baca juga: Gara-gara Bansos Jelang Hari Pencoblosan, Pedagang Beras Mengeluh-Akui Kehilangan Omset Dagangan

Walaupun saat ini sudah terdapat panen, hanya saja belum dalam skala besar.

Ditambah saat ini cuaca yang disebabkan El-Nino membuat kondisi panen menjadi semakin tidak menentu.

"Sekarang sih sudah panen, tetapi kalau yang terjadi malah gagal panennya, nah disitu lah panen belum bisa memenuhi harapan kita," pungkasnya.

Diketahui, harga beras di kawasan Jakarta Timur pada Selasa (20/2/2024) terpantau naik. 

Imbasnya para pedagang yang terdampak menuturkan prihatin mengenai hal tersebut.

Baca juga: Dikeluhkan Masyarakat Kota, Kenaikan Harga Beras Justru Jadi Berkah Para Petani di Karawang

Seorang pedagang beras yang berjualan di Jalan Jaabah Kampung Tengah, kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, M. Collin Haris mengatakan harga terkini pada Selasa (20/2/2024) mencapai Rp 12 ribu per kilogram (Kg) 

“Saat ini harganya per satu Kg Rp 12 ribu paling rendah dari yang sebelumnya Rp 10 ribu dan Rp 9 ribu paling rendah,” kata Collin, Selasa (20/2/2024).

Collin mengungkapkan kenaikan tersebut sudah mulai berlangsung sejak Januari 2024. 

Namun kenaikan harga tersebut terjadi secara perlahan sejak November 2023. 

“Naiknya perlahan, pada November 2023 itu sekira Rp 10 ribu dan Rp 9 ribu per Kg, terus puncaknya di Januari 2024,” jelasnya. (m37)

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved