Kamis, 16 April 2026

Pj Gubernur Sumsel Dorong Pengembangan Kawasan LRT Ampera

Pj Gubernur Sumsel Agus Fatoni mendukung pengembangan kawasan kereta api ringan atau Light Rail Transit (LRT) Ampera Palembang.

|
Editor: Eko Priyono
Istimewa
Progres proyek pengembangan kawasan LRT Ampera Palembang, di Griya Agung, Palembang, Sumatera Selatan. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Proyek pengembangan kawasan kereta api ringan atau Light Rail Transit Ampera Palembang dinilai strategis.

Hal ini disampaikan penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Agus Fatoni saat menerima audiensi Millenium Challange Account (MCA) dalam diskusi progres proyek option analysis dan feasibility study pengembangan kawasan Light Rail Transit (LRT) Ampera Palembang.

Diskusi berlangsung di Griya Agung, Palembang, Sumsel, Senin (5/2/2024) lalu. Fatoni mendorong percepatan proyek tersebut.

"Kami akan mendukung dan melakukan langkah-langkah persiapan. Kecepatan pengembangan LRT kawasan Ampera tergantung kita semua. Untuk itu segera tuntaskan permasalahan yang ada di bagian kita masing-masing," kata Fatoni melalui keterangan pers.

Fatoni bersyukur Sumsel terpilih mengembangkan kawasan tersebut. Namun dalam pelaksanaannya tentu harus dilakukan sesuai dengan peraturan dan Undang-Undang yang berlaku.

"Terkait pendanaannya juga harus jelas. Apakah menggunakan dana dari APBN, APBD, atau swasta, pun dengan besarannya masing-masing. Semua ini harus jelas," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Executive Director MCA Indonesia II Maurin Sitorus mengatakan kedatangannya untuk mendiskusikan progres pengembangan kawasan LRT Ampera.

Menurut Maurin, pengembangan proyek LRT ini merupakan program hibah compact yaitu program hibah yang tidak konvensional.

Proyek pengembangan kawasan stasiun Ampera-LRT Palembang bertujuan untuk meningkatkan ridership LRT di kota Palembang melalui peningkatan integrasi antarstasiun LRT Ampera dengan bangunan di sekitarnya.

"Meningkatkan integrasi LRT dengan moda transportasi umum lainnya, yaitu angkot, perahu sungai dan Trans Musi. Meningkatkan potensi kawasan stasiun LRT sebagai destinasi pariwisata dan pengelolaan sirkulasi dan parkir kendaraan pribadi yang lebih baik," jelasnya.

Maurin menyebut kawasan Ampera ini sering menjadi destinasi pengunjung.

Wilayah ini sangat ramai, di antaranya Pasar 16 Ilir dan Masjid Agung.

Menurutnya, banyak hal yang masih bisa dimaksimalkan di wilayah ini.

"Untuk pengembangan kawasan ini tentu saja kepemilikan lahan harus clear and clean saat pengembangan kawasan. Stasiun LRT Ampera sebagai inti keterhubungan kawasan melalui elevated pedestrian (skywalk) dan pedestrian serta penambahan fungsi baru dalam kawasan dalam menaikkan potensi keekonomian dan tourism destination," katanya.

Senada dengan Fatoni, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sumsel sekaligus Tim PIU Sumsel Basyaruddin Akhmad menyampaikan pengembangan LRT kawasan Ampera tidak akan mengganggu kawasan terbuka di sekitar Ampera.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved