Berita Jakarta
Warung Kerek di Tepi Kali Mampang, Beradaptasi dengan Segala Hambatan Sejak Tahun 2014
Warung Kerek yang terletak di Jalan Poncol No 49, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan menjadi bahan perbincangan karena pelayanan yang unik dan nyentrik
Penulis: Nurmahadi | Editor: Junianto Hamonangan
WARTAKOTALIVE.COM, MAMPANG PRAPATAN - Tembok pembatas yang tinggi, dan aliran deras kali Mampang, tak menghentikan ide cemerlang Neneng (43), untuk tetap mengais rezeki dari warung makan di halaman rumahnya.
Warung yang terbilang nyentrik itu, terletak di Jalan Poncol No 49, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.
Dengan media ember yang dikaitkan ke tali tambang, Neneng tetap bisa melakukan transaksi, tanpa harus bersusah payah menyebrangi sungai, hingga menaiki tembok.
Warung makan berkelir hijau dengan luas 4×3 meter itu, sudah berdiri sejak tahun 2014 lalu.
Tak ayal, banyak pelanggan setia yang rela menunggu di tepi sungai.
Para pelanggan yang didominasi pekerja kantoran itu, hanya perlu berteriak ketika memesan makanannya.

"Mpok pesen ayam goreng satu porsi ya," teriak pelanggan dari tepi sungai.
"Siap neng, tunggu sebentar ya," timpal Neneng sambil menyiapkan pesanan pelanggan.
Tangan terampil Neneng, sigap menyiapkan pesanan ayam goreng pesanan pelanggan.
Tak butuh waktu lama, satu porsi ayam goreng, lengkap dengan nasi dan lalapan itu pun siap diantar ke seberang sungai.
Ayam goreng yang sudah dibungkus plastik itu lantas dimasukkan ke dalam ember biru, dan siap "dikerek".
"Sudah sampai neng, taruh uangnya di dalam ember ya," teriak Neneng.
Baca juga: Kedatangan Gibran Disambut Antusias Karyawan Sritex, Iwan Setiawan: Kami Menaruh Harapan Besar
Baca juga: Gestur Gibran Dituduh Melecehkan Mahfud, Nusron Wahid: Kalau Melecehkan Masa Cium Tangan
"Oke mpok, ini uangnya pas ya, terimakasih mpok" jawab pelanggan.
Kepada wartakotalive.com, Selasa (23/1/2024), Neneng menceritakan asal muasal warung kerek itu berdiri.
Warung yang dikenal luas masyarakat dengan nama "warung kerek" itu, berdiri sejak tahun 2014 lalu.
Ia mendirikan warung itu, setelah bedeng yang biasa dijadikan tempat berjualan, diambil alih pihak hotel dan gedung perkantoran.
“Dulu saya jualan di atas. Di area perkantoran dan hotel itu. Saya jualan di dalam bedeng,” ujar dia.
Neneng mengaku, berjualan di bedeng tersebut lantaran banyak kontraktor dan pekerja bangunan yang menjadi langganannya.
Namun, saat pembangunan gedung perkantoran itu rampung, dia terpaksa pindah.
Neneng sebetulnya sempat ditawari untuk berdagang di kios kecil yang disediakan pihak gedung.
Namun, dia menolak karena biaya sewa yang cukup mahal, yakni sekitar Rp 30 juta dalam satu tahun.
Terlepas dari itu semua, kini Neneng telah sukses dalam mendirikan sebuah usaha makanan, dengan konsep yang unik.
Dalam sehari, dia mengaku bisa meraih keuntungan hingga Rp 1 sampai Rp 2 juta.
"Alhamdulillah, langganan udah banyak juga, setiap hari selalu ramai pembeli, mau hujan juga tetap ada yang beli, bela-belain pakai jas hujan," ujarnya. (m41)
Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.
7 Halte TransJakarta dan Pos Polisi Hangus Dibakar Massa setelah Demo Berakhir Rusuh di Jakarta |
![]() |
---|
Imbau Semua Pihak Tidak Anarkis saat Demo, Ayah Affan Kurniawan: Cukup Anak Saya yang Jadi Korban |
![]() |
---|
Presiden Prabowo Didesak Copot Kapolri Jika Kasus Kematian Ojol Affan Kurniawan Tidak Diusut Tuntas |
![]() |
---|
Demo Semakin Rusuh, Halte TransJakarta di Depan Polda Metro Jaya Hangus Dibakar Massa |
![]() |
---|
Pramono Diminta Revisi Pergub KJMU untuk Jangkau Mahasiswa dari Kampus Akreditasi B dan C |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.