Berita Jakarta
DPRD DKI Berang Pada Transjakarta, Ubah Nama Halte Tanpa Komunikasi dengan Dewan
Prasetyo mengaku, bakal memanggil Direksi Transjakarta untuk menjelaskan alasannya mengubah nama-nama halte di Transjakarta.
Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Dian Anditya Mutiara
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pimpinan DPRD DKI Jakarta berang dengan sikap PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) yang mengubah nama halte tanpa komunikasi dengan dewan.
Pengawas pemerintah daerah itu beranggapan banyak konstituen mereka yang kebingungan karena adanya perubahan nama halte tanpa disertai sosialisasi yang masif.
“Itu dia (Transjakarta) nggak ada komunikasi dengan DPRD,” ujar Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi pada Kamis (18/1/2024).
Prasetyo mengaku, bakal memanggil Direksi Transjakarta untuk menjelaskan alasannya mengubah nama-nama halte di Transjakarta.
Perseroan daerah itu, menurutnya, harus menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat sebelum mengubah nama halte.
Baca juga: Armada Transjakarta Ditargetkan Bertambah, 300 Bus Listrik Beroperasi Tahun 2024
“Nanti saya tanyakan lagi, nanti saya panggil lah, harusnya kan disosialisasikan dulu baru mendapatkan suatu keputusan. Ya sebagai pemerintah daerah kan ada eksekutif dan legislatif kalau dia mau sendiri-sendiri ya diemin (cuekin) saja sudah,” kata politisi dari PDI Perjuangan ini.
Sebagai lembaga pemerintah, kata dia, sudah seharusnya bersinergi dengan mitra kerja. Untuk perseroan daerah bermitra dengan Komisi B DPRD DKI Jakarta.
“Jadi harus disosialisasi, ngobrol sama dewan tupoksinya Komisi B, ajak ngomong, nah komisi B lapor ke Ketua Dewan kan gt, apakah ini layak atau tidak,” imbuhnya.
Diketahui, Transjakarta mengubah beberapa nama halte busway yang ada di Jakarta. Informasi tersebut disampaikan melalui unggahan Instagram resmi @pt_trasjakarta, pada Jumat (12/1/2024).
“Penyesuaian beberapa nama halte ini dilakukan untuk menetralisasi nama halte,” demikian yang dikutip dari akun tersebut.
Baca juga: 20 Tahun Beroperasi, Transjakarta Warisan Bang Yos hanya Sekali Naikkan Tarif
Transjakarta koridor 1
- Halte Karet Sudirman menjadi Halte Karet
- Halte Dukuh Atas 1 menjadi Halte Dukuh Atas
- Halte Bank Indonesia menjadi Halte Kebon Sirih
- Halte Monas menjadi Halte Monumen Nasional
- Halte Olimo menjadi Halte Taman Sari
- Halte Kali Besar Barat menjadi Halte Kali Besar
- Halte Museum Fatahillah menjadi Halte Museum Sejarah Jakarta
Transjakarta koridor 2
- Halte Pulogadung 1 menjadi Halte Pulo Gadung
- Halte ASMI menjadi Halte Perintis Kemerdekaan
- Halte Cempaka Putih menjadi Halte Cempaka Mas
- Halte RS Islam menjadi Halte Sumur Batu
- Halte Cempaka Tengah menjadi Halte Cempaka Baru
- Halte Ps. Cempaka Putih menjadi Halte Pasar Cempaka Putih
- Halte Senen menjadi Halte Pasar Senen
- Halte Atrium menjadi Halte Senen Raya
- Halte DEPLU menjadi Halte Pejambon
- Halte Gambir 1 menjadi Halte Gambir
- Halte Monas menjadi Halte Monumen Nasional
Transjakarta koridor 3
- Halte Dispenda Samsat Barat menjadi Halte Pulo Nangka
- Halte Indosiar menjadi Halte Damai
- Halte Grogol 1 menjadi Halte Grogol
- Halte RS Sumber Waras menjadi Halte Roxy
- Halte Monas menjadi Halte Monumen Nasional
Transjakarta koridor 4
- Halte Pulogadung 2 menjadi Halte Pulo Gadung
- Halte Ps. Pulogadung menjadi Halte Pasar Pulo Gadung
- Halte TU Gas menjadi Halte Pemuda Merdeka
- Halte Sunan Giri menjadi Halte Kayu Jati
- Halte UNJ menjadi Halte Rawamangun
- Halte Pramuka BPKP menjadi Halte Simpang Pramuka
- Halte Pramuka LIA menjadi Halte Pramuka Sari
- Halte Matraman 2 menjadi Halte Flyover Pramuka
- Halte Dukuh Atas 2 menjadi Halte Galunggung
Transjakarta koridor 5
- Halte Gunung Sahari Mangga Dua menjadi Halte Gunung Sahari
- Halte Budi Utomo menjadi Halte Lapangan Banteng
- Halte Salemba UI menjadi Halte Salemba
- Halte Salemba Carolus menjadi Halte Paseban
- Halte Matraman 1 menjadi Halte Matraman
- Halte Slamet Riyadi menjadi Halte Kesatrian
- Halte Pasar Jatinegara menjadi Halte Bali Mester
- Halte Jatinegara RS Premier menjadi Halte Jatinegara
| Bukan Plesiran, Rano Karno Ungkap Kunjungan ke Malaysia Sukses Gaet Bin Zayed Group |
|
|---|
| Rano Karno Resmikan IPA Portabel di Semanan Jakbar, Mampu Layani 400 Rumah |
|
|---|
| Program Mudik ke Jakarta Pemprov DKI Dorong Pertumbuhan Pariwisata dan Berimbas Positif Pada Mitra |
|
|---|
| Imbas Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo, Rano Karno Soroti Keselamatan Perlintasan Sebidang di Jakarta |
|
|---|
| Jakarta Bidik Layanan Air 100 Persen, Bin Zayed Siap Jajaki Investasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/halte-gor1.jpg)