Rabu, 15 April 2026

Pilpres 2024

Relawan Bara JP Terbelah di Pilpres 2024, Roy Maningkas: Tergantung Pribadi masing-masing

Relawan Bara JP yang selama ini mendukung Jokowi mulai terbelah. Sebagian dukung Ganjar-Mahfud, sebagian lagi Prabowo-Gibran.

Penulis: Miftahul Munir | Editor: Valentino Verry
Wartakotalive/Miftahul Munir
Wakil Ketua Relawan TKN Prabowo-Gibran, Roy Edison Maningkas mengatakan relawan Bara JP kini terbelah di Pilpres 2024. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA Organisasi Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) dibentuk pada tahun 2014 untuk memenangkan Jokowi-JK di pemilihan Presiden.

Ada tujuh orang pendiri Bara JP, salah satunya adalah politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Roy Edison Maningkas.

Baca juga: Roy Maningkas Terlalu Berani Melawan Megawati Soekarnoputri, Minta Bukti Jokowi Seperti Orba

Namun, saat ini sejumlah pengurus di beberapa daerah terpecah belah arah dukungannya di Pilpres 2024.

Beberapa pengurus telah memutuskan mendukung pasangan Capres Ganjar-Mahfud MD dan sebagiannya lagi mendukung Prabowo-Gibran di Pemilu 2024.

Roy Maningkas pun menanggapi hal itu, bahwa sikap Organisasi Bara JP secara jelas telah mendukung Prabowo-Gibran di Pilpres 2024.

"Tapi kalau secara pribadi, namanya juga relawan kan tidak ada sanksi yang harus diterima, itu tergantung pribadi masing-masing," katanya di Studio Tribun Network, Kamis (30/12/2023) lalu.

Oleh karena itu, secara organisasi pihaknya terus mensosialisasikan kepada Bara JP bahwa sikap organisasi mendukung Prabowo-Gibran.

Baca juga: Roy Maningkas Nilai Kepemimpinan Jokowi Jauh Lebih Baik Dibanding Megawati Saat Jadi Presiden

Sehingga, Bara JP nantinya di Pemilu 2024 tidak terpecah belah oleh perbedaan pilihan pasangan Capres-Cawapres.

"Kenapa kami dukung Prabowo-Gibran, karena kami ingin ada kontribusi terhadap apa yang dilakukan oleh pak Jokowi," imbuhnya.

Sebagai informasi, Wakil Ketua Relawan TKP Prabowo-Gibran, Roy Edison Maningkas membandingkan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri dengan Jokowi ketika menjadi Presiden.

Megawati bisa menjadi Presiden bukan karena dipilih oleh rakyat melainkan menggulingkan Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid alias Gusdur.

Ibu kandung dari Puan Maharani ini pun hanya memimpin Indonesia sangat singkat dan rakyat Indonesia pun sudah tahu apa yang telah dibuat oleh Megawati saat jadi Presiden.

"Beliau kan (Megawati) pertama tidak dipilih oleh rakyat, kemudian masa pemerintahannya tidak terlalu panjang," kata Roy di Studio Tribunnetwork Palmerah Barat, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (30/11/2023).

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved