Kesehatan
Perbanyak Konsumsi Protein Hewani Terutama Ikan, Cegah Anak Alami Stunting
Dokter spesialis anak Lucia Nauli Simbolon mengatakan, untuk mencegah stunting anak perlu diberikan asupan protein hewani yang cukup, terutama ikan.
Penulis: Mochammad Dipa | Editor: Mochamad Dipa Anggara
WARTAKOTALIVE.COM, PALMERAH - Ikan adalah sumber protein hewani yang kaya akan asam amino esensial, omega-3 asam lemak, vitamin D, dan mineral seperti iodin, selenium, zinc, dan besi.
Nutrisi-nutrisi ini memiliki peran penting dalam pertumbuhan tulang, perkembangan otak, dan sistem kekebalan tubuh anak-anak.
Kandungan nutrisi yang lengkap dalam ikan membuatnya menjadi pilihan makanan yang sangat baik untuk mencegah stunting.
Berbicara soal stunting, dokter spesialis anak Lucia Nauli Simbolon dalam podcast Warta Kota belum lama ini mengatakan, stunting merupakan kondisi mal nutrisi kronis yang menyebabkan kondisi berat dan tinggi badan anak tidak sesuai dari grafik tinggi badan yang seharusnya.
"Jadi stunting ini nggak mungkin terjadi secara tiba-tiba. Selama dua tahun pertama anak ini kurang gizi akibatnya dia pendek daripada teman-teman seusianya atau tidak sesuai daripada grafik tinggi badan yang seharusnya atau biasa dikenalnya pendek," ungkap dokter yang akrab dipanggil Luna.
Dokter Luna menambahkan, kondisi stunting pada anak juga akan mempengaruhi pertumbuhan otak anak.
"Artinya adalah jika tingga badannya tidak sesuai karena kekurangan gizi untuk pertumbuhan otaknya juga pasti terganggu," ujarnya.
Menurut dokter Luna, untuk mencegah stunting, anak perlu diberikan asupan protein hewani yang cukup. Tidak hanya dalam bentuk ayam atau daging sapi, melainkan juga penting untuk konsumsi ikan, baik dalam bentuk ikan segar maupun ikan olahan.
"Yang jelas kalau dari kami (dokter anak) menyarankan adalah konsumsi protein hewani, jadi yang dihitung itu protein hewani, masalah mau ditambah protein nabati seperti tahu atau tempe silahkan aja," sebutnya.
Lebih lanjut dikatakan, jumlah asupan protein yang diperlukan untuk anak usia 1-2 tahun membutuhkan sebanyak 100 gram sehari protein hewani.
"Sementara, untuk anak usia 3-4 tahun membutuhkan asupan protein hewani sebanyak 200 gram sehari," jelas dokter Luna.
Selain itu, orang tua juga perlu untuk lebih memperkenalkan anak konsumsi ikan. Caranya, dengan membuat variasi olahan ikan agar menarik bagi anak.
Dokter Luna tidak mempersoalkan terkait pengolahan ikan, baik itu digoreng maupun di kukus. Menurutnya, yang terpenting adalah anak diperkenalkan dengan menu makan keluarga.
"Untuk pengolahan ikan boleh aja mau dalam bentuk apapun karena setiap orang punya preferensi yang berbeda, kadang ya kalau anak kita makan ikan yang olahan tapi kita makan pepes, pasti anaknya minta makan pepes.
Jadi memang seharusnya menu makan keluarga atau sepiring bersama dengan keluarga," ungkapnya.
Karena ikan memiliki kandungan asam amino esensial yang tidak bisa diproduksi oleh tubuh manusia, maka dokter luna merekomendasikan masyarakat Indonesia terutama anak-anak untuk lebih meningkatkan konsumsi ikan