Minggu, 3 Mei 2026

Boikot Produk Israel

Buntut Boikot Produk Pro Israel, Ini Respons Coca Cola, Danone dan Starbucks di Indonesia

Aksi boikot produk pro Israel bikin resah Coca Cola, Danone dan Starbucks. Minta rakyat Indonesia bijaksana.

Tayang:
Editor: Valentino Verry
Istimewa
Emak-emak Kota Bogor mendukung Palestina, minta masyarakat memboikot makanan dan minuman asal Amerika Serikat (AS). Sebab dianggap mendukung Israel. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Sejumlah perusahaan besar yang terafiliasi dengan Israel saat ini sedang resah.

Sebab, ada aksi boikot besar-besaran dari masyarakat, dan berpotensi memburuk.

Aksi boikot produk pro Israel ini menguat setelah Mjelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan Fatwa No.83/2023 tentang Hukum Dukungan terhadap Perjuangan Palestina.

Fatwa ini sangat memukul perusahaan besar tersebut, padahal sudah berkontribusi pada pembayaran royalti label halal.

Sejumlah perusahaan yang terdampak pada aksi boikot tersebut umumnya pada produk makanan dan minuman, yang merupakan dari barat (mitra sekutu Israel).

Sedangkan yang terkait layanan jasa melalui teknologi kekinian justru luput dari aksi boikot.

Sebab, jika boikot juga terjadi pada teknologi kekinian, dipastikan aktivitas di Indonesia akan terhenti, dan ini sangat buruk.

Berikut ini respons dari perusahaan yang memproduksi makanan dan minuman yang terafiliasi Israel:

Tanggapan Coca Cola

Baca juga: Buntut Boikot Produk Israel, Aprindo Ingatkan Pemerintah Soal PHK: Jangan Urus Politik aja!

Salah satu merek yang terkena seruan boikot adalah Coca Cola, perusahaan pembuat minuman bersoda asal Negeri Paman Sam.

Public Affairs, Communication & Sustainability Director for Indonesia and PNG Coca-Cola Europacific Partners (CCEP) Lucia Karina, menyebut aksi boikot adalah pilihan masing-masing konsumen di Indonesia.

"Makanya aku tidak mau berkomentar karena ini menyangkut hak asasi dari masing-masing juga," kata Lucia dikutip dari Antara.

Namun demikian, lanjut Lucia, meski Coca-Cola asalnya dari Amerika Serikat yang merupakan sekutu paling dekat Israel, nyaris semua bahan pembuatan hingga tenaga kerja yang terlibat di fasilitas produksi berasal dari Indonesia.

"Yang jelas gini, apapun yang terjadi, semua produk-produk itu diproduksi oleh orang-orang Indonesia dengan menggunakan produk lokal Indonesia untuk Indonesia. Itu aja," jelas dia.

Baca juga: MUI Tangsel Ajak Masyarakat Patuhi Fatwa Boikot Produk Israel, Abdul Rojak: Kami Terus Sosialisasi

Sebagai perusahaan multinasional, bisnis Coca-Cola juga harus beradaptasi dengan perubahan, salah satunya terkait dengan isu-isu geopolitik.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved