Juwita: Akurasi Data Peserta JKN Sangatlah Penting dalam Mengakses Layanan Kesehatan
Tidak bosan ia mengingatkan para pegawai untuk memperbarui data apa bila ada penambahan anggota keluarga seperti kelahiran anak.
WARTAKOTALIVE.COM, CIBINONG -- Juwita (45), salah seorang staf kepegawaian di salah satu badan usaha wilayah Kabupaten Bogor, menjadi penanggung jawab untuk mengurus hak dan kewajiban seluruh pegawai di tempat dirinya bekerja.
Termasuk pula untuk hak jaminan kesehatan karyawan dan keluarganya yang menjadi perhatian khusus bagi Juwita.
Tidak bosan ia mengingatkan para pegawai untuk memperbarui data apa bila ada penambahan anggota keluarga seperti kelahiran anak.
Semua ia lakukan berdasarkan pengalamannya betapa pentingnya keakuratan data peserta saat membutuhkan pelayanan.
“Seluruh anggota keluarga saya pengguna Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk berobat, termasuk diri saya sendiri. Saya yang mengidap darah tinggi dan terdaftar sebagai pasien prolanis bersyukur seluruh rangkaian pengobatan saya ditanggung JKN," ujar Juwita, Jumat (21/7/2023).
"Saya pernah dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Graha Medika Bogor karena terserang stroke ringan," ucapnya.
Namun, kehawatiran keluarga saya tidak terbukti karena mengurus administrasi di rumah sakit tidaklah sulit. "Saat itu keluarga saya hanya membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) milik saya dan langsung dapat penanganan,” ucapnya.
Ia sadar pentingnya terdaftar jaminan dari Program JKN bukan karena penyakit kronis yang diidap selama ini.
Suaminya yang selama ini menjalani hidup sehat dan tidak pernah sakit juga bisa secara mendadak terserang penyakit batu ginjal.
Mendapati suaminya harus menjalani tindakan Shock Wave Lithotripsy (SWL) pada ginjalnya di Rumah Sakit UMMI Bogor, ia tidak menyangka hal tersebut juga dijamin penuh oleh Program JKN.
“Masyarakat harus paham konsep jaminan kesehatan yang disiapkan sebelum sakit. Untungnya suami saya sudah terdaftar dan aktif, jadi saat dibutuhkan tidak khawatir karena tidak dijamin," kata Juwita..
Hal tersebut yang kerap dia sampaikan kepada karyawan untuk memberikan data yang akurat dan terbaru, karena itu merupakan hak mereka dalam bekerja yang harus diperjuangkan.
Sebagai penanggung jawab, banyak cerita pengalaman menggunakan JKN saat berobat dari karyawan di kantor. "Asalkan sesuai indikasi medis dan prosedur penyakit apa saja dapat ditanggung,” tambah Juwita.
Seperti dilansir Tim Jamkesnews, Juwita juga mengaku bahwa ia termasuk orang yang bawel dalam mengedukasi pentingnya terdaftar Program JKN.
Karena jika masih ada yang tidak terdaftar baik pekerja mau pun keluarganya dan secara mendadak ada kejadian sakit, maka ia juga yang akan membantu mengurusnya sebagai penanggung jawab.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Juwita-peserta-Program-JKN-yang-bertanggung-jawab-atas-karyawan-di-perusahaannya.jpg)