Berita Tangerang
Lama Bungkam soal Ormas yang Pukuli Pedagang Pasar Kutabumi, Dirut Perumda NKR: Saya Nggak Tahu!
Dirut Perumda NKR Finny Widiyanti mendadak muncul, setelah kisruh ormas yang memukuli pedagang Paar Kutabumi, Kabupaten Tangerang. Ada apa ya?
Penulis: Gilbert Sem Sandro | Editor: Valentino Verry
WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG - Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Niaga Kerta Raharja (NKR) akhirnya angkat suara terkait insiden penyerangan Pasar Kutabumi oleh ratusan anggota ormas pada 24 September 2023.
Aksi penyerangan, pengerusakan dan penjarahan oleh ormas itu terjadi akibat pedagang Pasar Kutabumi menolak revitalisasi yang direncanakan Perumda NKR lantaran biaya sewa yang terlalu besar.
Baca juga: Diduga Otak Penyerangan Pasar Kutabumi, Eks Dirop Perumda Pemkab Tangerang Diperiksa Polisi
Direktur Utama (Dirut) Perumda NKR, Finny Widiyanti pun memberi alasan mengapa pihaknya baru muncul setelah permasalahan telah berlarut-larut.
"Bahwa statement atau pernyataan yang keluar dari saya hari ini adalah sebagai seorang Direktur Utama Perumda NKR," ujar Finny, Rabu (11/10/2023).
Alasan pertama yang disampaikan Finny adalah pihaknya memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) yang harus dipatuhi oleh jajaran direksi Perumda NKR.
Kendati demikian, ia tidak menjelaskan lebih lanjut paparan SOP yang harus dipatuhi dalam menyampaikan pernyataan terhadap publik.
Baca juga: Preman Bayaran Jarah Pasar Kutabumi, Pj Bupati Tangerang Kabur Usai Bertemu Pedagang Tanpa Hasil
"Pertama adalah bahwa kami punya aturan, kami punya prosedur tersendiri di internal kami (Perumda NKR Kabupaten Tangerang)," katanya.
"Jadi, setiap kegiatan yang disertai dengan pemberian informasi ke khalayak ramai, itu tidak bisa dilakukan sembarangan," sambungnya.
Alasan kedua ialah, pihak kepolisian yang telah masuk dan mengusut insiden penyerangan pedagang Pasar Kutabumi tersebut ke ranah hukum.
Oleh karena itu, pihak Perumda NKR harus hati-hati untuk menyampaikan pendapat kepada masyarakat dengan berkoordinasi terlebih dahulu dengan Pj Bupati Tangerang.
"Saya harus berhubungan dengan stake holder terlebih dahulu (sebelum menyampaikan pernyataan ke awak media), apalagi kasus ini sekarang sudah di ranah kepolisian," tuturnya.
Kemudian ia pun mengaku, tidak mengetahui sama sekali adanya aksi penyerangan Pasar Kutabumi yang dilakukan oleh ratusan anggota organisasi masyarakat.
"Jujur, saya enggak tau, (aksi penyerangan) itu masalah di lapangan, saya sama sekali enggak tau kejadian tersebut, secara pribadi saya enggak tau," jelas Finny Widiyanti.
Diberitakan sebelumnya, ratusan orang tak dikenal yang tergabung dalam organisasi masyarakat (ormas) menyerang pedagang Pasar Kutabumi, pada Minggu (23/9/2023) lalu.
Ratusan anggota ormas tersebut melakukan aksi anarkis dan menimbulkan kericuhan di pasar yang ada di Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/finny-w.jpg)