Krisis Jalur Gaza
PBNU: Jangan Gunakan Identitas dan Seruan Agama dalam menyikapi Konflik Hamas vs Israel
PBNU menyerukan agar semua kelompok tidak menggunakan identitas dan seruan agama dalam menyikapi konflik Hamas-Israel.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA--Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf meminta agar identitas dan seruan keagamaan tidak digunakan untuk memupuk permusuhan dan kebencian.
Hal tersebut dikatakan Gus Yahya menyikapi konflik antara Hamas-Israel yang kembali memanas di Jalur Gaza.
"Termasuk, dalam kaitan dengan konflik dan kekerasan Palestina-Israel," ujar kata Gus Yahya.
"Jangan ada soal indentitas dan seruan keagamaan digunakan untuk menyuburkan permusuhan dan kebencian antara Palestina dan Israel.
Menyerukan agar inspirasi agama tentang rahmah (kasih sayang), persaudaraan dan keadilan universal dikedepankan demi mengupayakan resolusi konflik di semua tingkatan, baik di struktur politik maupun di tingkat komunitas," kata Gus Yahya.
Menurutnya, harus ada upaya penyelesaian yang adil sesuai dengan hukum dan kesepakatan internasional yang berlaku.
Baca juga: Hamas Janji Eksekusi Tawanan jika Israel Melakukan Serangan ke Jalus Gaza Tanpa Peringatan
"Menyerukan agar konflik dan kekerasan yang telah menimbulkan jatuhnya korban kemanusiaan tersebut agar segera dihentikan dengan segala daya upaya," kata tuturnya.
Jangan gunakan hak veto
Pada kesempatan itu Gus Yahya meminta agar negara-negara anggota tetap Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tidak menggunakan hak veto untuk membela satu pihak dalam konflik Palestina-Israel.
"Menyerukan kepada anggota tetap Dewan Keamanan PBB untuk tidak menggunakan hak veto dalam membela satu pihak dalam tragedi kemanusiaan yang berkepanjangan (di Palestina dan Israel) tersebut," ujar Gus Yahya dalam pernyataan sikap resminya, Senin (9/10/2023).
Selain itu, Gus Yahya juga menyerukan kepada masyarakat Internasional untuk bertindak lebih tegas dalam upaya penyelesaian konflik Palestina-Israel.
Menurutnya, harus ada upaya penyelesaian yang adil sesuai dengan hukum dan kesepakatan internasional yang berlaku.
Pada kesempatan itu PBNU menyerukan warga Nahdliyin untuk melakukan shalat gaib dan doa bersama agar konflik yang terjadi antara Palestina dan Israel bisa segera usai.
"Menyerukan kepada umat Islam dan warga Nahdlatul Ulama untuk melakukan shalat gaib dan doa bersama guna mendoakan arwah yang meninggal disebabkan eskalasi kekerasan serta mendoakan agar jalan perdamaian dan keadilan (di Palestina dan Israel) dapat segera diwujudkan," ujar Gus Yahya.
PBB kutuk serangan Hamas
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Gus-Yahya-bersama-Tribunnews.jpg)