Rabu, 8 April 2026

Kesehatan

Tingginya Jemaah Haji Indonesia yang Sakit di Arab Saudi Jadi Perhatian PERDOSRI

Perdosri menggelar pertemuan Ilmiah Tahunan 2023. Dalam PIT itu digelar workshop tentang kesehatan jemaah haji.

Editor: Dodi Hasanuddin
Istimewa
Tingginya Jemaah Haji Indonesia yang Sakit di Arab Saudi Jadi Perhatian PERDOSRI 

WARTAKOTALIVE.COM, SOLO - Jemaah haji indonesia hingga saat ini mengalami berbagai tantangan dalam menghadapi kondisi selama ibadah haji di Tanah Suci.

Di antaranya adalah terjadinya kelelahan, kelemahan otot, intoleransi aktivitas, menurunnya fungsi kognitif, gangguan fungsi kardiovaskular, gangguan nyeri, dan sesak napas, serta terjadi ketidakmampuan pembersihan jalan napas.

Baca juga: PERDOSRI Sebut Pertemuan Ilmiah Tahunan untuk Tingkatkan Skill Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi

Kondisi ini menyebabkan berbagai masalah dalam penyelenggaraan ibadah haji.
Salah satunya jemaah haji yang mengalami kesakitan akan terhambat dalam mencapai fase puncak haji dan tingginya angka jemaah haji Indonesia yang dirawat baik di klinik kesehatan haji indonesia maupun di rumah sakit arab saudi, menyebabkan masalah dalam pemulangan jemaah haji ke tanah air.

Kondisi tersebut menjadi pembahasan dalam workshop di Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) XXII 2023 yang digelar Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Indonesia (PERDOSRI) di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (7/10/2023).

Dalam workshop itu mengangkat topik “Up-Grading Tingkat Nasional Penguatan Kompetensi tenaga Medis dalam Bimbingan Manasik di PIHK (Penyelenggara Ibadah Haji Khusus) dan PPIU (Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah)”.

Kerja PP PERDOSRI, Dr. Rumaisah Hasan, Sp.K.F.R., N.M. (K), mengatakan,berdasarkan permasalahan tersebut bagian penting dalam tata kelola/organisasi penyelenggaraan ibadah haji adalah petugas haji.

Termasuk tim medis (dokter dan dokter gigi).
Kehadiran tenaga medis menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan kepada jemaah haji Indonesia,.

Mulai masa tunggu di tanah air, masa keberangkatan di embarkasi, saat di perjalanan, saat pelaksanaan ibadah haji di tanah suci, dan saat masa kepulangan ke tanah air.

Untuk itu, optimalisasi fungsi dokter haji harus terintegrasi dalam memberikan layanan, karena yang dibutuhkan oleh jemaah haji selain aspek ibadah, juga adalah aspek kesehatan dan kebugaran.

"Dokter dan dokter gigi perlu mengikuti perkembangan sistem penyelenggaraan ibadah haji agar pelaksanaannya dapat dilaksanakan dengan profesional sejalan dengan regulasi dari pemerintah Republik Indonesia," kata Dr. Rumaisah.

Baca juga: HUT ke-78 Kemerdekaan RI, Perdosri Edukasi Warga Tana Toraja Soal Kesehatan Anak

Ia menambahkan bahwa workshop ini diadakan sebagai salah satu upaya pengembangan ilmu kedokteran, terutama dalam ibadah haji.

Dimana diperlukan suatu asesmen, penentuan masalah jemaah haji dari sebelum, selama, dan sesudah pelaksanaan ibadah haji, hingga dapat mempersiapkan calon jemaah haji yang memiliki kapasitas fungsional yang optimal, sehingga jemaah haji dapat mencapai istitaah kesehatan dan mampu laksana melewati seluruh rangkaian etape ibadah haji.

Kolaborasi

Pada workshop ini juga diadakan perjanjian kerja sama antara Ikatan Pembimbing Haji dan Umrah Indonesia (IPHUIN) yang dihadiri DR. H. Ade Marfuddin, M.M selaku Ketua Umum IPHUIN.

Lalu Ketua PP Perhimpunan Kedokteran Haji Indonesia (PERDOKHI) DR. Dr. Syarief Hasan Lutfie. Sp.K.F.R., MARS, AIFO-K.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved